- Ketua MPR menyatakan keprihatinan atas meninggalnya dua WNI dalam kebakaran besar di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.
- Kemenlu mengonfirmasi dua Pekerja Migran Indonesia meninggal dunia dan dua lainnya terluka akibat kebakaran tersebut.
- Muzani menekankan perlunya pemerintah memikirkan mitigasi darurat untuk keselamatan PMI dari risiko kebakaran dan gempa di Hong Kong.
Suara.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut memberikan perhatian terkait adanya Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong menjadi korban dalam tragedi kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po.
Ia mengatakan adanya kejadian tersebut sangat memprihatinkan juga selain adanya Bencana di Tanah Air.
"Tentu saja ini sebuah keadaan yang memprihatinkan, kita semua ikut berbelasungkawa atas wafatnya sejumlah tenaga kerja kita di Hong Kong," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Muzani menyampaikan, ke depan pemerintah harus mulai memikirkan tentang mitigasi darurat terhadap kejadian serupa.
"Karena rata-rata tenaga kerja kita di Hong Kong bekerja di sebuah apartemen yang rata-rata tingkatannya cukup tinggi. Dalam apartemen yang tingkatnya cukup tinggi itu risikonya ada kemungkinan terjadi kebakaran seperti yang kemarin ini terjadi, tapi ada juga risiko gempa," katanya.
"Jika dua kemungkinan itu terjadi, apa yang harus dilakukan?," sambungnya.
Untuk itu, Muzani mengingatkan kembali soal pentingnya mitigasi demi keselamatan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) terutam yang berada di Hong Kong.
"Mitigasi itu harus mulai dipikirkan sebagai sebuah cara untuk menyelamatkan, untuk meminimalkan korban manusia," pungkasnya.
Sebelumnya, kabar duka menyelimuti komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah mengonfirmasi bahwa dua WNI meninggal dunia dalam tragedi kebakaran besar yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu waktu setempat.
Baca Juga: Hadapi Musim Hujan, Pemprov DKI Alokasikan Rp3,89 Triliun untuk Mitigasi Banjir
Peristiwa nahas ini menjadi salah satu insiden kebakaran paling fatal dalam beberapa dekade terakhir di Hong Kong.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong secara proaktif terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan penanganan WNI yang terdampak.
“Dari hasil koordinasi intensif KJRI Hong Kong dengan pihak kepolisian Hong Kong, diperoleh informasi hingga saat ini ada dua WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” demikian bunyi keterangan resmi dari Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Kemlu memastikan bahwa seluruh WNI yang menjadi korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka, merupakan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor domestik.
Kebakaran di kompleks perumahan Wang Fuk Court merupakan sebuah tragedi besar. Laporan terbaru menyebutkan sedikitnya 36 orang, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran, tewas dalam insiden ini, sementara 279 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Berita Terkait
-
Dukung Mitigasi Banjir dan Longsor, BCA Syariah Tanam 1.500 Pohon di Cisitu Sukabumi
-
Nasib MAMA Awards 2025: Tetap Berlangsung di Tengah Duka Kebakaran Hong Kong
-
Kebakaran Maut Hong Kong: 44 Tewas Terpanggang, 279 Hilang, Kelalaian Renovasi Jadi Penyebab?
-
Kebakaran Dahsyat di Hong Kong: 2 WNI Tewas, Ratusan Orang Masih Hilang
-
Hadapi Musim Hujan, Pemprov DKI Alokasikan Rp3,89 Triliun untuk Mitigasi Banjir
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini
-
Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang
-
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar
-
Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
-
Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum