- Pemerintah siapkan hunian sementara dan tetap untuk para korban bencana.
- Kemensos telah salurkan bantuan logistik senilai Rp14,5 miliar dan operasikan dapur umum.
- Total korban jiwa di tiga provinsi mencapai 631 orang, 472 hilang.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) untuk para korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Sedang dipersiapkan oleh BNPB untuk menyiapkan hunian sementara. Setelah itu, akan disiapkan hunian tetap juga sebagai bagian dari rekonstruksi dan rehabilitasi," kata Gus Ipul di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan hunian baru akan dimulai setelah fase darurat mereda. Saat ini, pemerintah masih fokus pada evakuasi korban dan distribusi logistik, mengingat proses pencarian masih berlangsung dan banyak wilayah yang terisolasi.
"Saat ini kita sedang tahap evakuasi. Sambil berjalan, BNPB juga sudah mulai melakukan pemetaan dan perencanaan untuk hunian sementara," ujarnya.
Proses pembangunan nantinya akan melibatkan pemerintah daerah untuk penyediaan lahan, serupa dengan penanganan bencana di Lumajang dan daerah lainnya.
Tantangan di Lapangan
Gus Ipul tidak memungkiri adanya kendala berat di lapangan, terutama dalam menjangkau wilayah yang terisolasi.
"Bahkan Wali Kota Sibolga sempat terisolasi selama dua hari karena longsor, jadi memang kendalanya luar biasa," tuturnya.
Untuk meringankan beban korban, Kementerian Sosial telah mendistribusikan bantuan logistik senilai total Rp14,5 miliar ke tiga provinsi tersebut. Selain itu, Kemensos juga mengoperasikan layanan dapur umum di 28 titik dengan nilai bantuan natura sekitar Rp4,5 miliar, yang mampu menyajikan puluhan ribu porsi makanan setiap hari.
Baca Juga: Cara Mengurus Ijazah Rusak atau Hilang akibat Banjir, Ini Syarat yang Harus Disiapkan
Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa di tiga provinsi hingga kini telah mencapai 631 orang, dengan 472 orang lainnya masih dilaporkan hilang. Bencana ini juga menyebabkan sekitar 2.600 orang terluka dan memaksa satu juta jiwa mengungsi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
BPBD DKI: Banjir Jakarta Pagi Ini Rendam 21 RT di Jaksel dan Jaktim, Ketinggian Air Hingga 80 Cm
-
Jadi Tersangka, Harta Rp 4,1 Miliar Ketua Ombudsman Terungkap di Tengah Penyelidikan Kejagung
-
Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi
-
Kata-kata PBB soal Gencatan Senjata Lebanon - Israel, Menghentikan Penderitaan Rakyat di Jalur Biru
-
Polda Jambi Ringkus M. Alung Buronan Sabu 58 Kg yang Sempat Kabur
-
Menko Yusril Beberkan Alasan Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Bisa Masuk Peradilan Umum
-
Militer Israel Tembaki Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata Resmi Berlaku
-
Usai Lawatan ke Eropa, Prabowo Langsung Tancap Gas Bahas Program Prioritas di Ratas
-
Paus Leo ke Masjid Agung Aljazair: Assalamualaikum
-
Kepada Bahlil, Prabowo Perintahkan Sikat Tambang Ilegal di Hutan: Diberi Waktu Satu Minggu