- Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menargetkan peningkatan kursi DPR RI melampaui 102 kursi pada Pemilu 2029.
- Keberhasilan target kursi DPR 2029 sangat bergantung pada dukungan harmonis Presiden Prabowo Subianto.
- Partai Golkar mengklaim telah mencapai target 60% kemenangan dalam Pilkada serentak melalui kerja keras kader.
Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan ambisi partainya untuk meningkatkan perolehan kursi di DPR RI pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
Namun, Bahlil secara terbuka menyiratkan bahwa keberhasilan target tersebut sangat bergantung pada hubungan harmonis dan dukungan dari Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Bahlil dalam pidato politiknya di Puncak Acara HUT Partai Golkar ke-61 yang digelar di Jakarta, Jumat (6/12/2025).
Ia menegaskan bahwa indikator kinerja utama (KPI) bagi dirinya dan pengurus partai adalah kenaikan jumlah kursi legislatif.
Ia menargetkan perolehan kursi Golkar harus melampaui angka saat ini, yakni 102 kursi.
“Menyangkut Pileg, KPI seorang Ketua Umum dan pengurus partai adalah menaikkan kursi. Bagi kami Partai Golkar kursi kami 102, dan Insya Allah besok targetnya harus di atas 102,” ujar Bahlil.
Menteri ESDM ini kemudian menekankan faktor kunci untuk mencapai angka tersebut, yang ia gambarkan dengan istilah simbolis mengenai "senyuman" Kepala Negara.
“Itu bisa terwujud kalau Bapak Presiden senyum bersama Golkar,” tegasnya.
Selain bicara soal target jangka panjang di 2029, Bahlil juga melaporkan capaian jangka pendek yang telah diraih partai beringin.
Baca Juga: Lampu Hijau DPR: Anggaran Bencana Sumatera Boleh Diutak-atik Tanpa Izin, Ini Syaratnya
Ia mengklaim target pemenangan yang dimandatkan oleh Musyawarah Nasional (Munas) pada Pilkada serentak lalu telah berhasil dicapai.
“Keputusan Munas memberikan target kepada Ketua Umum dan pengurus. Baik target di Pilkada, Pilpres, dan Pileg. Untuk Pilkada alhamdulilah target 60 persen terwujud di pemilihan Gubernur, Bupati Wali Kota,” ungkapnya.
Atas capaian tersebut, Bahlil menyampaikan terima kasih kepada seluruh mesin partai yang telah bekerja keras di daerah.
“Karena itu saya memberikan apresiasi kepada seluruh kader Golkar di seluruh wilayah nusantara mulai dari Aceh sampai Papua,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pemerintah-DPR Sepakat Pertegas Pencabutan Hak Profesi bagi 'Residivis' di RUU Penyesuaian Pidana
-
Bahlil Perintahkan Kader Golkar Turun Langsung ke Lokasi Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
-
DPR Sebut Ulah Manusia Perparah Bencana Sumatera, Desak Ditetapkan Jadi Bencana Nasional
-
Bocoran Baleg DPR: Kenapa RUU Danantara dan RUU Kejaksaan Dihapus dari Prolegnas 2026?
-
Survei Tingkat Kepercayaan ke Lembaga Negara: BGN Masuk Tiga Besar, DPR-Parpol di Posisi Buncit
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan