-
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta tiga menteri bertaubat setelah bencana melanda Sumatera.
-
Pernyataan Cak Imin memicu serangan balik politik dari para menteri terdampak.
-
Seruan koalisi permanen Bahlil dianggap sindiran agar Cak Imin tak berlebihan.
Suara.com - Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengomentari soal ucapan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang meminta tiga menteri lain untuk taubat nasuha.
Tiga menteri yang diminta Cak Imin bertaubat adalah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
“Muhaimin Iskandar kan ngajak perang sebenarnya, karena kan yang disebut itu adalah sejumlah ketua umum-ketua umum partai atau elite partai yang mungkin saat ini dalam banyak hal di mentioned oleh publik, dinilai punya kontribusi terkait dengan kerusakan alam yang ada di Sumatera, Menteri ESDM, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan,” kata Adi dalam acara Diskusi Safari29 oleh Total Politik di Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025).
Pernyataan Cak Imin itu dinilai telah menimbulkan serangan balik dari Raja Juli dan Bahlil. Adi menyebut bahwa usulan Bahlil mengenai koalisi permanen yang diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto merupakan serangan balik terhadap permintaan Cak Imin agar dirinya bertaubat.
“Bagi saya itu adalah serangan balik kepada Cak Imin itu, serangan balik bahwa jangan pernah ada orang, yang dulunya rival, tidak mendukung, seakan-akan paling punya jasa di pemerintahan hari ini,” ujar Adi.
Di sisi lain, Bahlil dinilai ingin menunjukkan bahwa dirinya bersama Partai Golkar yang dipimpinnya menjadi pihak yang selalu bersama Prabowo sejak awal. Untuk itu, Adi menilai ucapan Bahlil memiliki makna agar Cak Imin tidak merasa paling dekat dengan Prabowo lantaran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak mendukung Prabowo pada Pilpres 2024.
“Mengatakan koalisi permanen itu adalah sebagai pesan sebenarnya kepada Cak Imin, bahwa jangan pernah merasa paling Pak Prabowo, paling dukung pemerintah, sementara PKB dan Cak Imin itu bergabung di tengah jalan,” ucap Adi.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) itu juga mengatakan serangan balik kepada Cak Imin juga dilakukan oleh Raja Juli dengan meminta agar sesama menteri tidak saling mendiskreditkan.
“Per hari ini kita juga mendengarkan bagaimana Raja Juli Antoni juga mengatakan jangan pernah mendiskreditkan sesama kawan, kalau bahasa tongkrongan anak-anak Madura di Ciputat, jangan pernah mematikan lampu lawan karena meminta tiga menteri untuk melakukan taubatun nasuha ini kan seakan-akan hanya ketiga menteri inilah yang kemudian dianggap bertanggungjawab persoalan ini,” tutur Adi.
Sekadar informasi, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB mengajak tiga menteri melakukan tobat nasuha setelah bencana terjadi di Sumatera.
"Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita. Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha," kata Cak Imin.
Tag
Berita Terkait
-
PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?
-
Respons Pernyataan Cak Imin, Gus Ulil: Dari Dulu NU Dipimpin Ulama!
-
Bahlil Berduka Nus Kei Tewas Ditikam, Instruksikan Sekjen Golkar Kawal Kasus Hingga Tuntas
-
Bahlil Temukan Harta Karun Gas di Kaltim
-
Harga BBM Naik! Bahlil Sentil Orang Kaya: Jangan Pakai Pertalite, Apa Enggak Malu?
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun
-
Pemicu Tersembunyi Kekerasan Digital di Kalangan Siswa, Salah Satunya Takut Dibilang Nggak Asyik
-
La Ode Ahmad: Koperasi Merah Putih Harus Jadi Pusat Ekonomi Desa, Bukan Cuma Proyek Fisik
-
Kawal Visi Transparansi, Jaga Desa Beri Penghargaan bagi Pelopor Desa Bebas Korupsi
-
Prabowo Subianto dan Luhut Binsar Pandjaitan Bahas Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama
-
KRL Mati Listrik di Lintas KebayoranSudimara, KAI Commuter Sebut Gangguan Gardu PLN
-
Dony Oskaria: Karyawan BUMN Harus Aktif Jelaskan Kebijakan Negara ke Publik
-
Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
-
UU PPRT Disahkan: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Lagi Pekerja Tanpa Perlindungan