- Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan kekuasaan kader adalah amanah suci demi kemaslahatan masyarakat.
- Pernyataan tersebut disampaikan saat peringatan Nuzulul Quran di Kantor DPP Golkar, Jakarta, pada Jumat (6/3/2026).
- Bahlil menekankan kader harus mengamalkan nilai Al-Quran sebagai panduan moral etika dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa kekuasaan yang diemban oleh para kader partai berlambang pohon beringin bukan sekadar alat politik, melainkan amanah suci untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Peringatan Malam Nuzulul Quran di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dalam sambutannya, Bahlil mengajak keluarga besar Partai Golkar untuk menjadikan momentum Nuzulul Quran sebagai sarana refleksi kedekatan batin dengan Al-Quran.
Ia menegaskan pentingnya meresapi dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
"Kedekatan ini saya tidak akan sekadar membaca, tapi meresapi, merenungi, sekaligus mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hati kita menjadi tentram dan tercerahkan," ujar Bahlil di hadapan para kader.
Lebih lanjut, Bahlil menyoroti kaitan antara nilai-nilai Al-Quran dengan etika berpolitik. Menurutnya, Al-Quran telah memberikan panduan moral yang tegas mengenai bagaimana seharusnya kekuasaan dijalankan. Ia secara khusus mengutip Surat Al-Isra ayat 80 sebagai landasan filosofis bagi kader Golkar.
"Dalam perspektif politik dan kekuasaan misalnya, Al-Quran memberikan penegasan etis dan moral bagaimana seharusnya kekuasaan harus dijalankan. Ada misi suci kekuasaan sebagai kekuatan penolong untuk menghadirkan kemaslahatan," jelasnya.
Ayat tersebut, menurut Bahlil, mengandung pesan agar seorang pemimpin diberikan "kekuasaan yang menolong" (sultanan nashira). Hal inilah yang harus menjadi motivasi bagi seluruh kader Golkar, baik yang duduk di kursi eksekutif maupun legislatif.
"Jadi kalau kader Partai Golkar di eksekutif maupun legislatif, ini tidak hanya sekadar kekuasaan yang kita rebut, tapi kekuasaan amanah itu harus menjadi rahmatan lil 'alamin," tegasnya.
Baca Juga: Pernyataan Bahlil Picu Panic Buying, Legislator PKB Desak Pertamina Jelaskan Soal Cadangan BBM
Bahlil juga mengingatkan konsekuensi besar di balik sebuah jabatan. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh pemegang kekuasaan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Sang Khalik kelak.
"Setiap kekuasaan itu insyaallah akan menjadi instrumen pengabdian, dan kita akan pertanggungjawabkan nanti di Yaumul Mahsyar ketika kita kembali kepada Sang Khalik. Akan ditanyakan seberapa besar manfaat dari apa yang telah engkau dapatkan ketika diberikan amanah untuk menjadi pemimpin di bangsa ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pernyataan Bahlil Picu Panic Buying, Legislator PKB Desak Pertamina Jelaskan Soal Cadangan BBM
-
Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!
-
5 Amalan 17 Ramadan yang Memberi Keberkahan Nuzulul Quran
-
Bahlil Punya Tugas Baru, Pimpin Satgas Transisi Energi: Kejar Target 120 Juta Motor Listrik
-
Kolega di Golkar 'Semprot' Bupati Fadia: Kalau Tak Tahu Birokrasi, Tanya Kemendagri!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan