Suara.com - Arab Saudi dan Qatar resmi menandatangani kesepakatan pembangunan jalur kereta cepat yang akan menghubungkan Riyadh dan Doha. Proyek ini menjadi kerja sama infrastruktur modern terbesar antara kedua negara Teluk tersebut, sekaligus penanda semakin pulihnya hubungan diplomatik mereka setelah sempat memburuk beberapa tahun lalu.
Menurut laporan Al Jazeera (8/12/2025), jalur yang disebut sebagai “kereta penumpang listrik berkecepatan tinggi” itu dirancang menghubungkan Bandara Internasional Raja Salman di Riyadh dengan Bandara Internasional Hamad di Doha. Dua wilayah Saudi lainnya, yakni Al-Hofuf dan Dammam, juga akan masuk dalam jaringan tersebut.
Kereta ini diproyeksikan mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam. Dengan kemampuan itu, perjalanan antara kedua ibu kota diperkirakan hanya memakan waktu sekitar dua jam. Sebagai perbandingan, penerbangan langsung Riyadh–Doha biasanya berlangsung sekitar 90 menit.
Pembangunan jalur ini direncanakan selesai dalam enam tahun. Setelah beroperasi, pihak berwenang menargetkan layanan ini dapat melayani hingga 10 juta penumpang setiap tahunnya. Selain meningkatkan konektivitas dua negara, proyek ini juga diprediksi menciptakan sekitar 30.000 lapangan kerja di Arab Saudi dan Qatar.
Mengutip Al Jazeera (8/12/2025), kesepakatan pembangunan ditandatangani langsung oleh Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, ketika sang emir melakukan kunjungan resmi ke Riyadh.
Penandatanganan ini disebut menjadi tonggak penting dalam pemulihan hubungan kedua negara, yang sebelumnya sempat berada dalam ketegangan diplomatik panjang.
Pada 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutus seluruh hubungan diplomatik serta akses transportasi dengan Qatar.
Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok tertentu, termasuk Ikhwanul Muslimin, serta menjalin kedekatan dengan Iran — tuduhan yang selalu dibantah Doha. Pemutusan hubungan itu berlangsung lebih dari tiga tahun hingga akhirnya mulai mereda pada awal 2021.
Hubungan kedua negara perlahan membaik setelah MBS melakukan kunjungan bersejarah ke Doha pada akhir 2021, yang menjadi bagian dari rangkaian tur keliling negara-negara Teluk. Sejak saat itu, interaksi dan kerja sama tingkat tinggi antara kedua pemimpin meningkat, mencakup dukungan terhadap berbagai inisiatif diplomatik regional.
Baca Juga: Seperti Apa Liburan Musim Dingin di Saudi? Ini Daftar Petualangan Baru yang Bisa Dicoba
Dalam beberapa tahun terakhir, Riyadh dan Doha juga kerap menyuarakan posisi bersama, termasuk dalam seruan untuk menghentikan agresi Israel terhadap warga Palestina di Gaza.
Saudi juga menyatakan dukungan bagi Qatar setelah insiden serangan Israel pada September lalu yang menargetkan kompleks perumahan pemerintah Qatar yang menjadi lokasi pertemuan para pemimpin Hamas dalam pembahasan proposal gencatan senjata.
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan empat lainnya terluka, termasuk warga sipil serta anggota keamanan Qatar.
Proyek kereta cepat Riyadh–Doha kini menjadi simbol baru membaiknya hubungan bilateral kedua negara. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, jalur kereta ini diharapkan memperkuat integrasi ekonomi kawasan, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis lainnya antara Arab Saudi dan Qatar di masa mendatang.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan