- Amuk massa brutal di Kalibata, Jakarta Selatan, terjadi setelah dua penagih utang motor tewas pada Kamis malam.
- Para pedagang menyelamatkan diri dari kebakaran dengan memanjat pagar berduri menuju kantor Kemendagri terdekat.
- Polisi memeriksa enam saksi terkait insiden pengeroyokan dan perusakan kios yang dipicu sengketa utang piutang.
Suara.com - Asap pekat dan puing-puing hangus menjadi saksi bisu nasib nahas yang menimpa sejumlah pedagang di kawasan kuliner Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Mereka menjadi korban salah sasaran dari amuk massa brutal yang dipicu masalah utang piutang sepeda motor, yang berujung tewasnya dua orang penagih utang atau mata elang pada Kamis (11/12) malam.
Di tengah kobaran api yang melahap habis sumber pencaharian mereka, para pedagang di Kalibata ini harus berjuang menyelamatkan nyawa.
Salah satunya adalah Andi, seorang pegawai yang telah mengabdi di sana selama puluhan tahun. Baginya, malam itu adalah pertaruhan antara hidup dan mati.
"Karena ketakutan, karena ini sudah dibakar, kita cari jalan supaya gimana caranya kita berempat ini jangan sampai kepanggang. Sampai, ya, kondisi luka-luka seperti ini," kata Andi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Kisah pelariannya begitu dramatis. Pria yang sudah 20 tahun menggantungkan hidupnya di lokasi itu terpaksa memanjat pagar berduri tinggi bersama tiga rekannya.
Mereka nekat melompat masuk ke dalam area kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang bersebelahan, mencari perlindungan dari amukan massa yang membabi buta.
Luka sobek di tangan dan kaki akibat kawat duri seakan tak terasa. Saat itu, yang ada di benak mereka hanyalah bagaimana caranya agar tidak terpanggang hidup-hidup di dalam kios yang sudah dikepung api.
Mereka bersembunyi di dalam gedung Kemendagri hingga situasi di luar benar-benar aman, pasrah menyaksikan impian dan kerja keras mereka menjadi arang.
Kini, yang tersisa hanyalah kerugian materi yang tak terhitung.
Baca Juga: Kengerian di Kalibata! Amukan Matel Hanguskan Puluhan Kios, Pedagang Ini Nyaris Terbakar
"Ya, ini mesin chiller, mesin freezer, kemudian ada brankas segala macam ini juga belum bisa hitung semuanya," ujar Andi sebagaimana dilansir Antara.
Sebelum api berkobar, para pedagang sebenarnya sudah berusaha mengamankan diri dengan menutup rapat pintu akses. Namun, kekuatan massa yang beringas tak terbendung. Mereka merangsek masuk, merusak, dan tanpa ampun membakar kios serta warung yang tak ada sangkut pautnya dengan masalah awal.
Kisah pilu lainnya datang dari Henny Maria, seorang pedagang steak yang baru merintis usahanya sejak 2022.
Ia baru saja selesai merenovasi dua tenda dan satu kiosnya pada September 2025 lalu, dengan harapan bisnisnya bisa semakin berkembang. Namun, harapannya kini pupus.
"Yang kami sayangkan, kami menjadi korban ketidakadilan dari segelintir oknum yang menurut saya melakukan kerusuhan tidak pada tempatnya, itu saja," ucap Henny menahan sesak.
Untuk membangun bisnisnya dari nol, Henny memberanikan diri meminjam uang dari bank sebesar hampir Rp97 juta.
Berita Terkait
-
Kengerian di Kalibata! Amukan Matel Hanguskan Puluhan Kios, Pedagang Ini Nyaris Terbakar
-
Kalibata Mencekam Semalaman, Ini Awal Mula Kerusuhan Tewaskan 2 Matel Gegara Motor Kredit
-
Polisi Pastikan Pengeroyokan Matel Hingga Tewas di Kalibata Pakai Tangan Kosong, Kok Bisa?
-
Geger Rusuh di Kalibata: Polisi Periksa 6 Saksi Kunci, Ungkap Detik Mengerikan
-
7 Fakta Mencekam Rusuh Kalibata: 2 Nyawa Matel Melayang, 100 Orang Mengamuk Brutal
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Saksi Sebut Mantan Direktur SMP Kemendikbudristek Minta Bantuan Bawahan untuk Lunasi Rumah
-
Harga Kelapa Dunia Melemah, ICC Sebut Dipengaruhi Faktor Ekonomi dan Geopolitik
-
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Jakarta Hari Ini
-
Alarm Kesehatan: Wamenkes Soroti Lonjakan Kasus Kanker Serviks di Usia 30-an
-
Maktour dalam Kasus Kuota Haji: Saksi atau Terlibat?
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA