- Rais Syuriyah PBNU, KH Cholil Nafis, mengklarifikasi pemberhentian Gus Yahya bukan karena isu konsesi tambang.
- Alasan utama Syuriyah memberhentikan adalah indikasi penetrasi Zionis dan ketidaksesuaian langkah kepemimpinan dengan prinsip ideologis NU.
- Faktor lain yang disorot adalah tata kelola organisasi yang kurang harmonis serta masalah legalitas struktur di tingkat bawah.
Suara.com - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Cholil Nafis, memberikan klarifikasi tegas terkait alasan di balik keputusan memberhentikan Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU.
Ia menekankan bahwa isu konsesi tambang yang ramai dibicarakan publik bukanlah penyebab utama keputusan tersebut diambil.
Menurut Cholil, isu tambang hanyalah persepsi yang berkembang di luar dan tidak masuk dalam poin pokok pembahasan internal Syuriyah.
"Yang lain berkenaan dengan tambang, nah itu adalah bunga-bunga di luar saja, persepsi di luar. Itu bukan menjadi persoalan pokok dalam pembahasan. Kalau itu umpamanya ada sinyalemen, mungkin ada sebagian orang, tapi tidak di dalam keputusan organisasi,” ujar Cholil Nafis di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa alasan fundamental dari keputusan tersebut berkaitan dengan prinsip ideologis dan upaya menjaga marwah organisasi.
Poin utama yang menjadi sorotan Syuriyah adalah kekhawatiran mengenai masuknya pengaruh asing yang bertentangan dengan prinsip NU.
"Ya, sebagaimana dari awal konsen dari Pengurus Besar, dari Syuriyah PBNU, lebih pada pertama, indikasi adanya penetrasi zionis di PBNU. Itu yang utama. Sehingga persepsi ini akan merusak terhadap kredibilitas dan nama baik PBNU,” tegasnya.
Cholil menyoroti adanya ketidaksesuaian langkah kepemimpinan dengan Qanun Asasi dan sikap para masyayikh, terutama terkait dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di tengah situasi genosida.
Ia menyayangkan adanya undangan terhadap tokoh Zionis yang dilakukan di saat sensitif, padahal Rais Aam telah memberikan peringatan sebelumnya.
Baca Juga: Rapat Harian Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah NU Putuskan Reposisi Pengurus, M Nuh Jadi Katib Aam
"Yang kedua memang berkenaan dengan hal yang ketetapan para masyayikh, termasuk di Qanun Asasi, tentang keberpihakan itu terhadap Palestina, kemerdekaan Palestina,” katanya.
“Di tengah adanya genosida, kemudian perhatian yang paling tinggi di NU, itu menjadi pimpinan NU, lalu mengundang dari Zionis. Yang awalnya oleh Rais Aam sudah diperingatkan dan diwanti-wanti agar juga mengundang dari tokoh-tokoh Islam kontemporer atau Islam yang tenang dari Timur Tengah. Itu tidak dilakukan," sambungnya.
Selain masalah ideologis, faktor tata kelola organisasi juga menjadi catatan merah. Cholil menyebutkan adanya ketidakharmonisan dalam kepengurusan serta masalah legalitas struktur di tingkat bawah.
“Yang kedua yang menjadi masalah adalah tata kelola keorganisasian. Di mana memang harmoni di kepengurusan itu kurang berjalan. Termasuk ada beberapa cabang-cabang yang seharusnya mendapat legalitas belum bisa dilaksanakan. Itu pokok poinnya. Karena konsen di Syuriyah itu adalah tata kelola keuangan, tata kelola organisasi,” paparnya.
Cholil menegaskan bahwa langkah yang diambil Syuriyah merupakan bentuk tanggung jawab mutlak untuk menjaga kemurnian ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan misi para pendiri NU.
“Nah, ini yang menjadi konsen dari Syuriyah yang utama tadi adalah bagaimana menjaga Ahlussunnah wal Jamaah, bagaimana bisa menjaga misi masyayikh,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Rapat Harian Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah NU Putuskan Reposisi Pengurus, M Nuh Jadi Katib Aam
-
Kementerian ESDM Audit Tambang Emas Martabe yang Terafiliasi ASII, Diduga Perparah Banjir Sumatera
-
Ngeri! 4.000 Hektare Hutan IKN Rusak 'Dimakan' Tambang Liar, Basuki Tak Tinggal Diam
-
Ikuti Arahan Kiai Sepuh, PBNU Disebut Bakal Islah Demi Akhiri Konflik Internal
-
Entitas Usaha Astra Group Buka Suara Usai Tambang Emas Miliknya Picu Bencana Banjir Sumatera
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman
-
Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya
-
Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah
-
May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam
-
Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah
-
Korban Sipil Perang AS-Israel vs Iran Terus Bertambah, 44 Pelaut Dilaporkan Tewas
-
Zionis Israel Terus Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, 12 Tewas, Anak-anak Jadi Korban
-
Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib