Suara.com - Kementerian PU terus mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dapur modern untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Infrastruktur ini dirancang untuk memastikan bahwa makanan yang diproduksi untuk jutaan anak Indonesia memenuhi standar higienis, bergizi, dan terdistribusi dengan baik.
Pembangunan fasilitas tersebut dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU)
MBG merupakan program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan kuat.
Demi memastikan program ini berjalan secara terstandar dan berkelanjutan, Kementerian PU menyiapkan rancangan SPPG sebagai infrastruktur dapur terpusat modern yang mampu melayani produksi makanan dalam jumlah besar setiap hari.
“Program MBG adalah amanat Presiden Prabowo untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM,” ujar Menteri PU, Dody Hanggodo.
SPPG dirancang sebagai dapur modern dengan fasilitas yang mencakup ruang produksi higienis, sistem alur kerja satu arah (one-flow direction), zona bersih-kotor terpisah, cold storage, ruang distribusi, sanitasi dan higienisasi, serta pengelolaan limbah.
Standar ini menjadi penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa di berbagai sekolah menjaga kualitas nutrisi dan keamanan pangan sejak produksi hingga distribusi.
Prototipe SPPG telah dibangun pada beberapa lokasi percontohan, yakni di Jambi, Banjar, dan Kebumen. Ketiga lokasi tersebut menjadi model awal untuk mengetahui skema konstruksi yang paling sesuai di berbagai kondisi wilayah. Masing-masing prototipe juga diuji dalam hal efisiensi energi, optimasi rantai dingin (cold chain), dan kecepatan operasional dapur.
DJPS Kementerian PU mengemban tanggung jawab memastikan seluruh desain mengacu pada standar nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri PU. Dengan demikian, setiap provinsi nantinya dapat memiliki SPPG dengan kualitas infrastruktur yang seragam, baik yang dibangun secara mandiri maupun melalui skema kerja sama lintas kementerian.
Selain fungsi dapur produksi, SPPG juga dilengkapi area penyimpanan bahan baku yang mampu menjaga kestabilan kualitas pangan. Cold storage dan freezer room menjadi komponen kunci untuk menekan risiko kerusakan bahan makanan serta menjaga stabilitas kualitas gizi.
Baca Juga: Program MBG Bikin Ibu di Lumajang Kantongi Ratusan Ribu, Ekonomi Lokal Melesat
Penyimpanan berbasis cold chain juga memungkinkan suplai protein hewani seperti daging, ikan, dan telur dapat didistribusikan secara merata, termasuk ke daerah-daerah yang secara geografis sulit dijangkau.
Tidak hanya itu, SPPG juga dilengkapi sistem sanitasi terpadu, termasuk pengolahan air bersih, unit pembuangan limbah cair, dan fasilitas pencucian alat produksi berskala besar. Sistem ini memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kebersihan lingkungan yang telah ditetapkan dalam pedoman konstruksi.
Dalam implementasinya, pembangunan SPPG akan dilakukan secara bertahap dengan prioritas wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), serta kawasan strategis seperti Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Pemerintah menilai wilayah tersebut membutuhkan intervensi lebih cepat karena tingkat aksesibilitas gizi masih rendah dan beban logistik lebih berat dibandingkan wilayah perkotaan.
DJPS Kementerian PU memastikan seluruh unit yang dibangun dapat langsung beroperasi setelah konstruksi selesai. Oleh karena itu, unit teknis di daerah akan mendampingi pemerintah daerah dalam mempersiapkan lahan, izin lingkungan, dan kesiapan operasional. Pemerintah daerah juga akan dilibatkan dalam manajemen operasional sehari-hari agar produksi makanan dapat menyesuaikan kebutuhan sekolah penerima manfaat di wilayah masing-masing.
Pemerintah menargetkan bahwa setiap provinsi akan memiliki setidaknya satu dapur SPPG sebagai pusat produksi. Dengan skema ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan dengan kualitas layanan yang terjaga dan standar gizi yang konsisten. ***
Berita Terkait
-
MBG Dinilai Efektif sebagai Instrumen Pengendali Harga
-
Makan Bergizi Gratis Jadi Andalan Tekan Stunting di Tamansari Bogor
-
Kelola Sendiri Sampah MBG, SPPG Mutiara Keraton Solo di Bogor Klaim Untung hingga 1.000 Persen
-
Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 50,3 Juta Penerima di Seluruh Indonesia
-
BGN Dorong SPPG Turun Langsung ke Sekolah Beri Edukasi Gizi Program MBG
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?