-
Sinergi Kemanusiaan di Yogyakarta Haji Suryo bersama musisi Yogyakarta menggelar konser amal "Jogja Hanyengkuyung Sumatera" sebagai aksi nyata solidaritas dan penggalangan donasi untuk membantu korban bencana alam di Aceh serta Sumatera.
-
Dukungan Penuh Tokoh Masyarakat Pemilik Suryo Group, Haji Suryo, mendukung penuh acara ini demi menjaga tradisi lung tinulung. Ia berkomitmen terus membersamai musisi Jogja dalam berkarya dan melakukan aksi sosial positif.
-
Pengelolaan Donasi yang Transparan Melibatkan 14 band ternama, hasil donasi konser ini dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan. Seluruh penyaluran bantuan kepada korban bencana akan dilaporkan secara transparan melalui media sosial.
Suara.com - Semangat gotong royong atau dalam filosofi Jawa dikenal sebagai lung tinulung, kembali menggema di Yogyakarta. Aksi ini dilakukan bentuk merespons bencana alam yang melanda saudara-saudara di Aceh dan Sumatera.
Inisiatif luar biasa lahir dari kolaborasi antara pengusaha terkemuka dan para pegiat seni Kota Gudeg. Pemilik perusahaan rokok HS, Haji Muhammad Suryo atau akrab disapa Haji Suryo.
HS memberikan dukungan penuh terhadap gerakan solidaritas musisi Yogyakarta melalui konser amal bertajuk "Jogja Hanyengkuyung Sumatera".
Gerakan ini diinisiasi secara spontan namun terorganisir dengan sangat baik, melibatkan sedikitnya 14 band dan musisi ternama.
Nama-nama besar seperti Letto, Jikustik, Shaggydog, Kunto Aji, Rebellion Rose, hingga Wawes dan Ngatmo Mbilung siap memeriahkan panggung kemanusiaan ini.
Keterlibatan Haji Suryo dalam event ini menjadi sorotan positif. Sebagai tokoh pengusaha, ia tidak hanya memberikan dukungan materiil tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa dalam aksi sosial ini.
Menurutnya, membantu sesama adalah kewajiban moral yang tak bisa ditawar.
“Kami merasa terpanggil untuk tidak hanya berempati, tetapi juga mengambil langkah nyata dengan mendukung musisi Jogja menggalang donasi melalui konser amal. Ini sebagai wujud solidaritas dan kepedulian bagi para korban bencana, kita sama-sama orang Jogja, kita harus menjadi orang Jawa seutuhnya, kalau saudara kita terkena musibah wajib kita untuk lung tinulung saling membantu," ujar Haji Suryo, kepada wartawan Selasa (23/12/2025).
Bagi Haji Suryo, konser ini adalah jembatan yang menghubungkan niat baik dengan aksi nyata. Ia menekankan bahwa esensi dari bantuan bukanlah pada nominalnya, melainkan pada ketulusan niat untuk meringankan beban sesama.
“Konser ini menjadi jembatan yang mempertemukan kepedulian dengan aksi, banyak yang terlibat dalam Nyengkuyung bareng mulai dari musisi, pelaku event, pengusaha, dan semua pihak ambil bagian dari gerakan solidaritas ini, ini luar biasa kepedulian terhadap sesama dan memberikan apa yang kita mampu berikan, bukan besar kecilnya tetapi niat dan ketulusannya. Saya berharap kegiatan ini menjadi yang terkahir dan tidak adalagi yang terkenda musibah, tetapi saya berharap musisi dan pelaku event di Jogja jangan berhenti mengarah ke hal positif. Kita orang jawa jangan sampai hilang jawanya," pungkasnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tenda: Menanti Ruang Aman bagi Perempuan di Pengungsian
Ketua Jogja Hanyengkuyung Sumatera, Ganesha, menjelaskan bahwa pengelolaan donasi tidak dilakukan sembarangan.
Panitia menggandeng Masjid Jogokariyan, sebuah institusi yang telah teruji reputasinya dalam manajemen sosial dan kebencanaan.
“Kegiatan ini kami inisiasi untuk merawat tradisi tulung tinulung yang sudah mengakar di Yogyakarta. Bukan hanya musisi, tetapi berbagai elemen masyarakat ikut terlibat dalam gerakan kemanusiaan ini,” kata Ganesha.
Ia menambahkan bahwa Masjid Jogokariyan memiliki sistem yang profesional dan posko kemanusiaan yang sudah standby di wilayah terdampak, sehingga bantuan dipastikan tepat sasaran.
“Distribusi donasi juga akan dilaporkan secara rinci dan transparan melalui media sosial,” terangnya.
Dukungan totalitas dari Surya Group di bawah komando Haji Suryo mendapat apresiasi tinggi dari para pelaku industri kreatif.
Koordinator Program Acara, Donny Saputro, bahkan menyematkan julukan khusus bagi pengusaha tersebut karena kepeduliannya terhadap ekosistem musik lokal.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Tenda: Menanti Ruang Aman bagi Perempuan di Pengungsian
-
Komisi VIII Dorong Percepatan Revisi UU Kebencanaan Usai Banjir Sumatera, Peran BNPB Bakal Diperkuat
-
Fokus Kebutuhan Dasar, Bantuan Kemanusiaan Disalurkan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang dan Sumut
-
Menumpuk Banyak, Ini Solusi Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir
-
Mendagri dan Menko PMK Bahas Kebutuhan Masyarakat Aceh Tamiang dan Aceh Timur Pascabencana
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun
-
Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS
-
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal
-
Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif
-
Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi
-
Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi
-
Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli
-
Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam
-
Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?
-
Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati