- Sufmi Dasco Ahmad menjabat sebagai penghubung utama antara Presiden Prabowo dan parlemen sepanjang tahun 2025.
- Dasco memfasilitasi konsolidasi politik internal, diplomasi antar tokoh, dan koordinasi kebijakan strategis di Istana.
- Beberapa isu penting yang dibahas meliputi stabilitas ekonomi, percepatan hilirisasi, hingga penyelesaian masalah rakyat.
Suara.com - Sepanjang tahun 2025, dinamika politik nasional diwarnai oleh kolaborasi yang sangat erat antara pimpinan parlemen dan istana.
Di tengah upaya percepatan transformasi ekonomi, sosok Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, muncul sebagai figur sentral.
Ia berperan sebagai "Chief Connector" yang memastikan setiap kebijakan Presiden Prabowo Subianto mendapatkan landasan politik dan dukungan legislatif yang kokoh.
Kepercayaan besar yang diberikan Prabowo kepada Dasco terlihat dari intensitas pertemuan mereka, baik di Istana Merdeka maupun di kediaman pribadi Hambalang.
Pertemuan-pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan meja runding untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa secara cepat.
Berikut adalah rangkuman pertemuan strategis tersebut beserta pernyataan penting dari Sufmi Dasco Ahmad yang dirangkum dari berbagai pemberitaan:
1. Konsolidasi Kekuatan di Hambalang (Februari 2025)
Awal tahun 2025 dibuka dengan penguatan internal koalisi dan koordinasi kepala daerah.
Dasco mendampingi Presiden Prabowo dalam Rapimnas dan Kongres Luar Biasa Partai Gerindra pada 13 Februari.
Baca Juga: Penampakan Gunungan Uang Rp 6,625 Triliun Hasil Korupsi dan Denda Kehutanan di Kejagung
Keesokan harinya, ia hadir saat Prabowo memberikan arahan kepada para kepala daerah se-Indonesia.
Mengenai pertemuan ini, Dasco memberikan pernyataan tegas kepada awak media, "Kita konsolidasi agar seluruh kader dan kepala daerah memiliki satu tarikan nafas dengan visi Presiden. Pesan Pak Prabowo jelas, tidak boleh ada kebijakan daerah yang menghambat program prioritas nasional."
2. Diplomasi Politik dan Rencana Pertemuan Megawati (April 2025)
Pada bulan April, tensi politik sempat menghangat terkait arah koalisi jangka panjang. Dasco bertindak sebagai jembatan komunikasi politik yang meredam spekulasi.
Ia mengonfirmasi adanya komunikasi intens antara Presiden dengan tokoh-tokoh di luar pemerintahan.
Dasco menjelaskan posisi komunikasi tersebut, "Komunikasi antara Pak Prabowo dengan tokoh bangsa, termasuk rencana pertemuan dengan Ibu Megawati, terus berjalan cair. Kita ingin membangun tradisi politik yang sejuk untuk kepentingan negara, bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan."
3. Koordinasi Stabilitas Ekonomi di Istana (September 2025)
Memasuki bulan September, fokus beralih pada penguatan fiskal. Dasco bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih bertemu Presiden untuk menyinkronkan kebijakan pengamanan ekonomi.
Pertemuan ini krusial untuk memastikan DPR dan Pemerintah berada dalam satu suara menghadapi tantangan moneter global.
"Koordinasi hari ini fokus pada stabilitas. Kita ingin memastikan bahwa kebijakan eksekutif di lapangan mendapat dukungan penuh dari sisi legislasi di DPR agar tidak terjadi hambatan birokrasi," ujar Dasco usai pertemuan di Istana.
4. Marathon Politik November: Hilirisasi dan Keamanan (17 November 2025)
November menjadi bulan paling sibuk bagi Dasco dengan frekuensi pertemuan mencapai tiga kali dalam sepekan.
Pada 17 November, ia membahas kelanjutan hilirisasi ekonomi dan stabilitas politik nasional di Istana Merdeka.
"Presiden ingin memastikan hilirisasi tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi di daerah. Kami di DPR akan mengawal regulasi pendukungnya agar kepastian hukum bagi investor tetap terjaga," kata Dasco kala itu.
5. Memperjuangkan Nasib Ojol dan Kesejahteraan Rakyat (20 November 2025)
Tiga hari kemudian, Dasco kembali ke Istana untuk membawa isu-isu kerakyatan, mulai dari nasib pengemudi ojek daring (ojol) hingga persiapan haji 2026.
Pertemuan ini menunjukkan peran Dasco sebagai penyambung aspirasi kelompok masyarakat urban.
Ia mengungkapkan isi pertemuan tersebut, "Kami menyampaikan aspirasi para pengemudi daring dan masyarakat bawah agar menjadi prioritas kebijakan di tahun depan. Presiden sangat konsen dengan isu reforma agraria dan kesejahteraan pekerja sektor informal."
6. Laporan dari Daerah di Hambalang (22 November 2025)
Salah satu momen paling privat terjadi pada 22 November di ruang kerja pribadi Presiden di Hambalang.
Dasco menyerahkan laporan tertulis yang berisi potret masalah hukum dan sosial dari berbagai daerah di Indonesia.
"Laporan tertulis ini adalah fakta-fakta lapangan yang kami kumpulkan agar kebijakan pusat tepat sasaran. Pak Prabowo meminta agar persoalan hukum yang menyangkut rakyat kecil di daerah segera diselesaikan dengan pendekatan keadilan," jelas Dasco.
7. Pengamanan Ekonomi dan Pasca-Bencana Sumatera (15 Desember 2025)
Menjelang tutup tahun, Dasco melakukan pertemuan tertutup di Istana Merdeka untuk membahas pemulihan wilayah Sumatera pasca-bencana dan pengamanan ekonomi akhir tahun anggaran.
Pertemuan ini memastikan penyerapan anggaran tepat guna untuk rakyat.
Dasco menutup rangkaian koordinasi tahun 2025 dengan pernyataan optimistis, "Strategi akhir tahun sudah disiapkan. Fokus utama adalah pemulihan wilayah pasca-bencana di Sumatera dan memastikan ekonomi rakyat tetap stabil saat memasuki tahun anggaran baru. Sinergi eksekutif-legislatif adalah kunci keberhasilan ini."
Berita Terkait
-
Penampakan Gunungan Uang Rp 6,625 Triliun Hasil Korupsi dan Denda Kehutanan di Kejagung
-
BNI Siap Salurkan 17.356 KPR FLPP pada 2026, Mantapkan Peran di Program Perumahan
-
Orang Dekat Prabowo 'Pecah Bintang', Dua Ajudan Setia Kini Sandang Pangkat Jenderal
-
Beban Polri di Pundak Prabowo, Pengamat Sebut Warisan 'Dosa' Politik Jokowi yang Merusak
-
Prabowo Mau Tata Ulang Kota, DPR: Perlu Tangan Besi Lawan Cengkeraman Pengusaha
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen