- Pramono mengakui prediksinya meleset karena tekanan Jakarta justru meningkat pasca rencana IKN.
- Pramono terkejut melihat minat tinggi pada lowongan PPSU, di mana 37.000 orang melamar untuk 1.100 kuota.
- Tantangan utama Jakarta kini adalah meningkatnya ketimpangan sosial (Gini Ratio) yang diatasi dengan alokasi anggaran subsidi besar.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, blak-blakan mengenai prediksinya yang meleset terkait dampak perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara.
Mantan Menteri Sekretaris Kabinet ini awalnya membayangkan beban dan tekanan terhadap Jakarta akan menurun seiring berpindahnya pusat pemerintahan, namun realita di lapangan justru berkata sebaliknya.
“Dulu bayangan saya ketika ada rencana pemindahan ibu kota ke Nusantara, pasti tekanan terhadap Jakarta turun. Ternyata enggak. Tekanan terhadap Jakarta naik,” ujar Pramono dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Senin (29/12/2025).
Menurut Pramono, Jakarta tetap menjadi magnet ekonomi dan harapan bagi masyarakat dari berbagai daerah. Bukannya melandai, arus pencari kerja dan kepadatan di Jakarta justru tetap menunjukkan tren yang tinggi.
Salah satu bukti nyata yang membuatnya terkejut adalah saat pembukaan lowongan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang dikenal sebagai Pasukan Oranye. Pramono menyebut jumlah pendaftar membludak di luar ekspektasi.
"Saya akan memberi contoh yang sederhana saja. Ketika saya membuka lowongan untuk Pasukan Oranye, PPSU, kuotanya 1.100, yang daftar 37.000 dalam waktu enggak lebih dari lima hari. Begitu dahsyatnya," ungkapnya.
Dari ribuan pendaftar tersebut, sebanyak 40 persen dari luar Jakarta. Lebih miris lagi, Pramono mengungkapkan bahwa tekanan ekonomi membuat persaingan kerja di level akar rumput menjadi sangat ketat.
Meski syarat pendidikan untuk PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) sudah diturunkan hingga tingkat SD agar lebih inklusif, nyatanya banyak lulusan tinggi yang justru mengincar posisi tersebut.
"Yang saya agak sedih kenapa ini saya ceritakan, padahal PPSU Pasukan Oranye itu syaratnya saya turunkan. Dulu SLTA menjadi SD. Tetapi yang daftar 30 persen itu adalah sarjana. Sehingga saya agak terpukul," tambah Pramono.
Baca Juga: Kisah Pramono Anung Panggil Damkar Jakarta Demi Evakuasi 'Keluarga' Kucing di Atap Rumah
“Artinya, dan rata-rata dari daerah yang menaruh harapan baru bahwa mereka tetap mengadu nasib di Jakarta,” lanjutnya.
Meski menghadapi kenyataan bahwa daya tampung Jakarta sudah sangat sesak (over capacity), Pramono menegaskan tidak akan mengambil langkah diskriminatif terhadap warga dari luar daerah.
Pramono mengatakan, ia bukanlah salah satu dari orang yang komplain dan tidak ingin adanya pembatasan di Jakarta.
“Saya mohon maaf Bang, saya termasuk yang tidak pernah komplain terhadap itu. Dan saya enggak mau ketika orang mengadakan harus ada pembatasan. Saya bilang enggak. Jakarta terbuka untuk siapa saja,” ujarnya.
Di sisi lain, Pramono mengakui bahwa tantangan terbesar Jakarta di tengah perpindahan IKN adalah melebarnya jurang ketimpangan sosial atau Gini Ratio.
Ia menyebut Jakarta dihuni oleh orang-orang terkaya di Indonesia, namun di saat yang sama banyak kelompok masyarakat yang hidup dalam tekanan ekonomi hebat.
Berita Terkait
-
Khusus Malam Tahun Baru 2026, MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasional Hingga Dini Hari
-
Pemprov DKI Jakarta Hibahkan 14 Armada Damkar ke 14 Daerah, Ini Daftar Lengkapnya!
-
Said Iqbal Bandingkan Gaji Wartawan Jakarta dan Bekasi: Kalah dari Buruh Pembuat Panci!
-
Kisah Pramono Anung Panggil Damkar Jakarta Demi Evakuasi 'Keluarga' Kucing di Atap Rumah
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat