- KSPI membandingkan gaji wartawan Jakarta yang lebih rendah dibanding Karawang karena UMP Jakarta di bawah UMP Karawang.
- Presiden KSPI menilai mobilitas kerja wartawan Jakarta lebih tinggi sehingga layak mendapat upah lebih besar.
- Buruh mendesak Gubernur DKI merevisi UMP Jakarta karena dianggap menurunkan daya beli masyarakat secara riil.
Suara.com - Kaum buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) membandingkan gaji wartawan di Jakarta dengan para pewarta yang bekerja di Bekasi dan Karawang.
Hal ini menyusul kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta yang berada di bawah UMP Karawang.
Presiden KSPI, Said Iqbal, mengatakan bahwa dari sisi pekerjaan, wartawan di Jakarta memiliki mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di wilayah penyangga. Oleh sebab itu, para jurnalis di Jakarta seharusnya mendapatkan upah yang lebih layak.
Tak hanya itu, upah jurnalis di Jakarta bahkan dinilai lebih rendah dibandingkan para pekerja pabrik di Karawang. Bahkan, buruh pembuat panci disebut menerima upah yang lebih tinggi.
“Anda kerja, katakan, di stasiun TV atau jurnalis di Jakarta, masa gajinya kalah dengan yang kerja di Karawang? Sama-sama jurnalis, yang mungkin mencari beritanya tidak sesulit di Jakarta atau tidak selelah di Jakarta,” kata Said Iqbal di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Sebelumnya, kaum buruh mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan bahwa dengan kenaikan UMP, daya beli masyarakat dapat meningkat.
Namun, dengan tidak meningkatnya UMP Jakarta, hal tersebut dinilai bakal berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
“Pemerintah DKI Jakarta menurunkan daya beli rakyat Jakarta,” ujarnya.
Baca Juga: Rakyat Jakarta Nombok! Said Iqbal Desak Pramono Anung Naikkan UMP 2026 Jadi Rp5,89 Juta
“Karena nilai upah minimum yang telah ditetapkan lebih rendah dari kebutuhan hidup layak atau KHL yang justru sudah diumumkan sendiri oleh BPS, dengan selisih sekitar Rp160 ribu tersebut, berarti kita nombok, kawan-kawan semua nombok, rakyat Jakarta nombok,” imbuhnya.
Said Iqbal menyampaikan bahwa seharusnya kenaikan upah menggunakan perhitungan secara riil. Upah riil dihitung berdasarkan nilai harga barang.
“Upah riil itu artinya nilai harga barang melampaui kemampuan upah yang kita terima, itu upah riil. Kami meminta Gubernur untuk menetapkan upah minimum senilai Rp5,89 juta, yaitu nilai KHL yang telah ditetapkan oleh BPS tersebut,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung soal upah di Jakarta yang lebih rendah dibandingkan upah di Bekasi dan Karawang.
Sehingga, upah para pekerja di Jakarta dinilai lebih rendah dibandingkan dengan para buruh di daerah penyangga.
“Apakah masuk akal pabrik panci di Karawang upahnya lebih tinggi dibandingkan buruh atau pekerja yang bekerja di gedung-gedung pencakar langit ini?” ujar Said Iqbal.
Berita Terkait
-
Rakyat Jakarta Nombok! Said Iqbal Desak Pramono Anung Naikkan UMP 2026 Jadi Rp5,89 Juta
-
Saat Orasi Membakar Semangat, PKL Raup Cuan di Tengah Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP 2026
-
Lebih Rendah dari Bekasi dan Karawang, Buruh Desak Pramono Anung Revisi UMP Jakarta
-
Said Iqbal Protes Polisi Blokade Aksi Buruh ke Istana, Singgung Cara Militeristik
-
Presiden Buruh: Tidak Masuk Akal Jika Biaya Hidup di Jakarta Lebih Rendah dari Kabupaten Bekasi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD