- Partai Demokrat membantah keras keterlibatan SBY dalam isu pemalsuan ijazah Presiden Jokowi serta melayangkan somasi.
- Somasi ditujukan kepada akun TikTok Sudiro Wi Budhius M Piliang karena menuding SBY pada 30 Desember 2025.
- Demokrat menuntut permintaan maaf terbuka dalam 3x24 jam, mengancam tindakan hukum lebih lanjut jika diabaikan.
Suara.com - Partai Demokrat mengambil sikap tegas di tengah pusaran isu politik yang kian memanas, membantah keras keterlibatan Ketua Majelis Tinggi Partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam isu pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo.
Tak hanya membantah, Demokrat secara resmi melayangkan somasi kepada pemilik akun TikTok yang dianggap menyebarkan fitnah tersebut.
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyatakan bahwa tudingan yang menyasar SBY adalah informasi bohong yang sengaja dihembuskan di waktu yang tidak tepat, yakni saat negara masih fokus pada penanganan bencana di Sumatera.
"Belakangan juga muncul misinformasi terhadap Pak SBY. Mulai dari rumor terkait kondisi kesehatan beliau, hingga beliau dituduh terlibat dalam isu pemalsuan ijazah Pak Jokowi. Isu-isu tersebut tidak benar," kata Herzaky dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Herzaky menyayangkan energi publik yang seharusnya tercurah untuk membantu korban bencana, justru berusaha dialihkan oleh narasi politik yang tidak berdasar dan berpotensi memecah belah.
"Sangat disayangkan, perhatian kita hari-hari ini malah berusaha dialihkan ke isu-isu politik yang tidak berdasar," ujarnya.
Somasi Dilayangkan, Tuntut Minta Maaf 3x24 Jam
Langkah konkret pun diambil. Pada akhir tahun 2025, Demokrat secara resmi melayangkan somasi kepada pemilik akun TikTok bernama Sudiro Wi Budhius M Piliang. Langkah hukum ini menjadi bukti keseriusan partai berlambang mercy tersebut dalam melawan pencemaran nama baik.
Pemicunya adalah sebuah video yang diunggah pada 30 Desember 2025. Dalam konten tersebut, akun itu menuding bahwa SBY “harus memutar otak karena tidak bisa bermain bersih” dan menyebut isu ijazah Presiden Joko Widodo serta Gibran Rakabuming Raka sengaja dihembuskan untuk mengganggu Jokowi sebagai king maker, dengan melibatkan “pion-pion mereka yaitu Roy Suryo.”
Baca Juga: Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
Tim kuasa hukum Demokrat, yang terdiri dari Dr. Muhajir, Jimmy Himawan, Nurhidayat Umacina, dan lainnya, menilai narasi dalam video tersebut sebagai fitnah terang terangan.
Mereka menegaskan bahwa tudingan tersebut masuk dalam kategori berita bohong yang secara jelas melanggar UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Menurut Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) Demokrat, konten tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi besar menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.
Melalui somasi resminya, Demokrat memberikan ultimatum keras, menuntut Sudiro Wi Budhius M Piliang untuk segera melakukan klarifikasi, meminta maaf secara terbuka di media, serta menghapus video tersebut dalam waktu 3x24 jam.
Jika tuntutan ini diabaikan, Demokrat memastikan akan menempuh jalur hukum yang lebih serius.
Bukan Cuma TikTok, Kanal YouTube Juga Diincar
Berita Terkait
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Difitnah Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief: Pak SBY Terganggu, Kemungkinan Bakal Ambil Langkah Hukum
-
Dilema PDIP dan Demokrat: Antara Tolak Pilkada Lewat DPRD atau Tergilas Blok Besar
-
'Beda Luar Biasa', Kuasa Hukum Roy Suryo Bongkar Detail Foto Jokowi di Ijazah SMA Vs Sarjana
-
Jokowi Buka Pintu Maaf Soal Tudingan Ijazah Palsu: Urusan Hukum, Ya Hukum
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau