- Presiden Jokowi di Solo, Rabu (24/12/2025), membuka pintu maaf bagi pelapor terkait isu ijazah palsu.
- Beliau menegaskan pemisahan tegas antara pemberian maaf pribadi dan proses hukum yang sedang berjalan.
- Jokowi siap hadir di persidangan untuk membuktikan keaslian seluruh ijazah pendidikannya.
Suara.com - Di tengah panasnya kasus tuduhan ijazah palsu yang menyeret namanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal mengejutkan.
Jokowi membuka pintu maaf bagi para pihak yang telah melaporkannya, namun di saat yang sama menegaskan bahwa belas kasih pribadinya tidak akan pernah mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.
Sikap tegas ini disampaikan Jokowi saat berada di Solo, Rabu (24/12/2025). Ia membuat garis demarkasi yang jelas antara urusan personal dan urusan negara di hadapan hukum.
"Urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum. Prosesnya biar berjalan apa adanya,” kata Jokowi.
Jokowi meminta semua pihak untuk menghormati proses yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum. Ia menekankan bahwa pemberian maaf dari dirinya selaku individu tidak akan secara otomatis menggugurkan kasus yang telah bergulir di ranah hukum.
“Sekali lagi, urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Kalau urusan hukum, ya urusan hukum. Kita hormati proses hukum yang ada,” ungkap Jokowi.
Meski demikian, ketika awak media mencoba mengonfirmasi siapa saja yang akan mendapat pintu maaf tersebut, Jokowi memilih untuk tidak menjawab secara spesifik.
Respons serupa ia berikan saat dimintai tanggapan mengenai salah satu tersangka yang akhirnya mengakui keaslian ijazahnya. Jokowi hanya memberikan jawaban singkat yang penuh penegasan.
"Ya, memang asli," tegas Jokowi.
Baca Juga: Beban Polri di Pundak Prabowo, Pengamat Sebut Warisan 'Dosa' Politik Jokowi yang Merusak
Saat didesak lebih lanjut apakah tersangka yang sudah mengakui itu akan dimaafkan, Presiden kembali pada prinsip awalnya, sembari sedikit melunakkan nadanya tentang pentingnya memberi maaf.
"Urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum. Tetapi memang kalau ada ruang untuk memaafkan, kenapa tidak juga kita lakukan. Tapi sekali lagi, urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum," ujar Jokowi.
Sebagai bukti keseriusan dan keyakinannya, Jokowi bahkan menyatakan kesiapannya jika harus hadir di muka persidangan.
Ia mengaku tidak keberatan sama sekali untuk membuktikan keabsahan riwayat pendidikannya secara langsung di hadapan majelis hakim dengan membawa seluruh bukti fisik.
“Kalau diminta oleh Yang Mulia Hakim, saya akan datang, terutama untuk menunjukkan ijazah asli dari SD, SMP, SMA, sampai S1. Akan saya tunjukkan semuanya,” terang Jokowi.
Berita Terkait
-
Beban Polri di Pundak Prabowo, Pengamat Sebut Warisan 'Dosa' Politik Jokowi yang Merusak
-
Sebut Polri Terjebak Permainan Politik Jokowi, Prof Ryaas Rasyid: Mereka Tidak Sadar!
-
Bambang Tri Siap Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi, Klaim Punya Bukti Baru dari Buku Sri Adiningsih
-
Misteri 'Lulus Sebelum Kuliah' Terbongkar! 7 Fakta Wagub Hellyana Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu
-
Wagub Babel Hellyana Resmi Jadi Tersangka Ijazah Palsu
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar