- Sepanjang 2025, Indonesia menghadapi ribuan bencana alam, didominasi hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, akibat curah hujan ekstrem.
- Bencana signifikan meliputi longsor mematikan di Jawa Tengah Januari dan tanah longsor di Sulawesi Tengah Juni, menelan banyak korban jiwa.
- Aktivitas geologi seperti erupsi Gunung Lewotobi Juli dan gempa Sulawesi Tengah Agustus turut menimbulkan dampak evakuasi dan kerusakan infrastruktur.
Suara.com - Sepanjang tahun 2025, Indonesia kembali menghadapi tekanan besar dari rangkaian bencana alam. Data resmi menunjukkan terjadi ribuan kejadian bencana alam dengan jumlah korban serta kerusakan yang tinggi.
Dari banjir hebat yang merendam puluhan kota hingga aktivitas gunung berapi dan gempa bumi yang mengguncang wilayah timur Indonesia, rentetan bencana sepanjang tahun ini mencatat dampak serius terhadap kehidupan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagian besar bencana pada 2025 merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, yang dipicu oleh perubahan iklim serta pola curah hujan tinggi.
Berikut rangkuman bencana alam sepanjang 2025 yang dikutip dari data BNPB:
Januari – Longsor Besar di Jawa dan Bencana Hidrometeorologi
Pada 20 Januari 2025, bencana tanah longsor melanda Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menewaskan sedikitnya 25 orang di lokasi kejadian. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana besar di awal tahun yang menunjukkan tingginya risiko longsor akibat curah hujan ekstrem.
Peristiwa tersebut hanyalah salah satu dari banyak kejadian, karena sepanjang Januari 2025 tercatat 302 kejadian bencana di seluruh Indonesia. Bencana tersebut didominasi banjir dan cuaca ekstrem yang menyebabkan puluhan korban jiwa serta lebih dari 1,1 juta jiwa terdampak.
Februari – Banjir Bandang Bima dan Bandar Lampung
Beberapa peristiwa banjir besar terjadi pada 2 Februari 2025 di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang merenggut nyawa empat orang. Kemudian, pada 22 Februari 2025, banjir juga melanda Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
April – Pergeseran Tanah di Purwakarta
Fenomena pergerakan tanah terjadi di Kampung Cigintung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bencana alam tersebut menyebabkan sedikitnya 256 jiwa terdampak.
Mei – Hujan Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi
Pada 6 Mei 2025, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas umum di Kabupaten Bandung dan sekitarnya, Jawa Barat. Pemerintah daerah bersama BNPB terus menangani dampak bencana tersebut pada hari-hari berikutnya.
Baca Juga: Perumahan Tangguh Iklim, Kebutuhan Mendesak di Tengah Krisis Bencana Indonesia
Juni – Tanah Longsor di Sulawesi Tengah
Bencana tanah longsor terjadi pada 21 Juni 2025 di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Longsor tersebut menimbun sebuah gubuk tempat warga berteduh dan menyebabkan tujuh orang meninggal dunia.
Juli – Erupsi Gunung Lewotobi dan Karhutla
Pada 12 Juli 2025, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur meningkat drastis sehingga memaksa lebih dari 4.000 warga mengungsi. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai status tanggap darurat hingga pertengahan Agustus.
Agustus – Gempa Sulawesi Tengah
Pada 17 Agustus 2025, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Gempa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka, serta merusak bangunan dan fasilitas umum.
September – Banjir dan Longsor di Raja Ampat dan Wilayah Lain
Pada awal September 2025, tercatat sejumlah kejadian banjir dan tanah longsor, termasuk longsor di Distrik Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yang terjadi pada 1 September 2025. Selain itu, banjir rob juga melanda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, beberapa hari sebelumnya.
Oktober – Banjir Bandang di Sulawesi Utara
Pada 29 Oktober 2025, banjir bandang menghantam Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Peristiwa ini mengakibatkan ratusan warga terdampak serta kerusakan rumah dan berbagai fasilitas umum.
November–Desember – Banjir dan Longsor Besar di Sumatra
Bencana paling mematikan sepanjang 2025 terjadi di Pulau Sumatra akibat kombinasi hujan ekstrem dan pengaruh topan tropis pada akhir November 2025. Sejak 25 November 2025, banjir dan longsor hebat melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar serta memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.
Tag
Berita Terkait
-
Perumahan Tangguh Iklim, Kebutuhan Mendesak di Tengah Krisis Bencana Indonesia
-
Sentil Pejabat yang 'Flexing', Rocky Gerung Sebut Prabowo Perlu Sosok Jujur untuk Kendalikan Bencana
-
Walhi Sumut Bongkar Jejak Korporasi di Balik Banjir Tapanuli: Bukan Sekadar Bencana Alam
-
Anjing Pelacak K-9 Dikerahkan Cari Korban Tertimbun Longsor di Sibolga-Padangsidimpuan
-
Ibu-Ibu Korban Bencana Sumatra Masih Syok Tak Percaya Rumah Hilang, Apa Langkah Mendesak Pemerintah?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka