- Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar meminta pengawasan terhadap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam rapat kabinet.
- Mensesneg Prasetyo Hadi mengklarifikasi bahwa ucapan tersebut murni penekanan pentingnya persatuan dan kekompakan koalisi.
- Prasetyo menyatakan presiden puas kinerja kabinet solid, mencontohkan keberhasilan lintas kementerian di sektor pangan.
Suara.com - Sebuah kelakar yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto di tengah rapat kabinet menjadi sorotan tajam. Ucapan yang meminta koalisi untuk "mengawasi" Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memicu berbagai spekulasi.
Tak ingin isu bergulir liar, pihak Istana Kepresidenan pun segera buka suara untuk meluruskan makna di balik guyonan sang presiden.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, tampil untuk menjelaskan konteks sebenarnya dari ucapan Prabowo saat mengabsen para ketua umum partai yang kini duduk di jajaran menterinya dalam sebuah retret di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada masalah atau friksi internal di balik pernyataan tersebut.
Menurutnya, ucapan Prabowo murni bertujuan untuk menggarisbawahi betapa krusialnya persatuan dan kekompakan koalisi dalam menjalankan roda pemerintahan dan menyukseskan seluruh program yang telah dicanangkan.
"Enggak, itu kan bagian dari beliau ingin kita semua bagian dari Koalisi Merah Putih yang terdiri dari gabungan partai-partai politik, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun yang belum memiliki kursi di parlemen. Kita ingin menunjukkan bahwa kita harus menjadi koalisi yang solid karena dibutuhkanlah persatuan, dibutuhkanlah kerja sama untuk dapat mencapai seluruh program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah," tutur Pras saat sesi istirahat untuk jeda makan dan Salat Maghrib di Hambalang, Selasa (6/1/2026).
Lebih lanjut, Prasetyo menepis adanya evaluasi atau koreksi dari presiden terkait kurangnya kerja sama antarpartai di dalam koalisi.
Ia menyebut, Prabowo justru merasa puas dengan kinerja kabinet selama satu tahun terakhir yang dinilai bekerja keras tanpa memandang sekat-sekat partai.
"Hampir tidak ada karena bapak presiden merasa bahwa kita semua dalam satu tahun menurut penilaian dari bapak presiden, semua bekerja keras tidak memandang unsur partai. Semua memaknai bahwa amanah yang diberikan oleh bapak presiden itu adalah amanah dari seluruh rakyat Indonesia dan kita semua bekerja sama," tegasnya.
Baca Juga: Program MBG Diejek Pakar, Prabowo: Hei Orang-orang Pintar, Lihat dengan Mata dan Hati
Sebagai bukti nyata soliditas tersebut, Prasetyo mencontohkan keberhasilan di sektor pangan yang merupakan hasil kerja keroyokan lintas kementerian.
Menurutnya, jajaran kabinet selalu berorientasi pada tujuan bersama, bukan pada latar belakang politik masing-masing.
"Salah satu contohnya misalnya keberhasilan kita di bidang pangan itu tidak hanya dikerjakan oleh Kementerian Pertanian karena beberapa kementerian terkait semua terlibat di dalamnya, baik yang berkenaan dengan masalah regulasi, kemudian berkenaan dengan masalah BUMN karena ketersediaan pupuk, kemudian juga berkenaan dengan masalah irigasi di mana di situ teman-teman dari PU juga berperan sangat aktif," papar Pras.
Kerja sama inilah, kata Pras, yang menjadi fondasi yang ingin terus diperkuat oleh Prabowo sejak awal pembentukan kabinet.
"Itulah kerja sama yang sedari awal kabinet ini bapak presiden melakukan retret di Magelang dengan harapan terjadi kerja sama di antara seluruh anggota Kabinet Merah Putih," ujar Pras.
Momen Kelakar Prabowo yang Jadi Sorotan
Momen guyonan itu sendiri terjadi saat Presiden Prabowo Subianto hendak menutup sesi taklimat yang terbuka untuk media dalam acara retret di kediaman pribadinya.
Awalnya, Prabowo mempersilakan awak media untuk beristirahat karena sesi selanjutnya akan berlangsung tertutup.
"Saudara-saudara, banyak sekali yang akan kita review tapi saya kira taklimat yang selanjutnya sebaiknya kawan-kawan media kita istirahat dulu. Kalau perlu mungkin makan dan minum kopi sambil saya memberi petunjuk petunjuk yang lebih rinci," kata Prabowo.
"Jadi ada hal-hal yang boleh terbuka tapi ada hal-hal yang sebaiknya kita simpen dulu Saudara-saudara," lanjutnya.
Prabowo kemudian secara spontan meminta persetujuan dari para menterinya, sebuah gestur yang ia sebut mirip dengan rapat di DPR.
"Bagaimana setuju? Kok gak semangat setujunya. Setuju? Biasa itu di DPR," kata Prabowo.
Pandangannya kemudian beralih ke meja di sisi kanannya, di mana duduk Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menko Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Di sinilah Prabowo mulai menyinggung kekuatan koalisi.
"Tapi di sini koalisi kita kuat kan? ketua partai semua ada di semua ya? Ada?" tanya Prabowo.
Ia lantas secara spesifik menanyakan kehadiran Cak Imin, yang langsung direspons dengan mengangkat tangan dan berdiri. Momen inilah yang diikuti dengan kelakar pamungkas dari Prabowo.
"Ketua PKB ada?" tanya Prabowo.
"PKB yang harus diawasi terus ini," sambung Prabowo berkelakar, yang seketika disambut gelak tawa riuh dari Cak Imin dan seluruh jajaran kabinet yang hadir.
Berita Terkait
-
Program MBG Diejek Pakar, Prabowo: Hei Orang-orang Pintar, Lihat dengan Mata dan Hati
-
Bicara MBG, Prabowo Kutip Pesan Bung Karno: Perut Lapar Tak Bisa Tunggu
-
Momen Jenaka di Retret Hambalang: Prabowo Minta Koalisi Awasi Terus Cak Imin, Kenapa?
-
Prabowo ke Kabinet: Kalau Orang Jahat Mengejek Kita, Berarti Kita Benar
-
Bakal Ada Evaluasi Besar-besaran? Ini Bocoran Retret Kabinet di Hambalang
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Wamen HAM Mugiyanto: Oknum Brimob Aniaya Anak Hingga Tewas Pelanggaran HAM
-
Buronan Interpol Rifaldo Aquino Pontoh Aktor TPPO Jaringan Kamboja Ditangkap, Ini Tampangnya
-
Korsleting Listrik Picu Ledakan Kembang Api di Rumah Warga Sleman, 2 Sepeda Motor Hangus
-
Jangan Ada Impunitas di Kasus Tual, KPAI Desak Hukum Berat Pelaku dan Evaluasi Total SOP
-
Gebrakan Anti-Rasuah Berbuah Manis, 4 PD Pemkot Surabaya Terima Predikat WBK
-
Survei Indekstat: Pengangguran Masih Jadi PR Utama Pemerintah Sejak Era Jokowi
-
Tembus 96 Persen! Wilayah Ini Jadi Pendukung Paling Loyal Prabowo-Gibran Menurut Survei Terbaru
-
Pengamat Ingatkan Menteri Jangan Jadikan Jabatan Batu Loncatan Politik
-
Gebrakan Prabowo di Washington, Bikin Investor Global Siap Guyur Modal ke RI?
-
Dari Parkiran Minimarket ke Rumah Kosong, Polda Metro Bongkar Peredaran 18 Kg Ganja di Jakbar!