News / Nasional
Selasa, 06 Januari 2026 | 20:02 WIB
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar meminta pengawasan terhadap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam rapat kabinet.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi mengklarifikasi bahwa ucapan tersebut murni penekanan pentingnya persatuan dan kekompakan koalisi.
  • Prasetyo menyatakan presiden puas kinerja kabinet solid, mencontohkan keberhasilan lintas kementerian di sektor pangan.

Suara.com - Sebuah kelakar yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto di tengah rapat kabinet menjadi sorotan tajam. Ucapan yang meminta koalisi untuk "mengawasi" Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memicu berbagai spekulasi.

Tak ingin isu bergulir liar, pihak Istana Kepresidenan pun segera buka suara untuk meluruskan makna di balik guyonan sang presiden.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, tampil untuk menjelaskan konteks sebenarnya dari ucapan Prabowo saat mengabsen para ketua umum partai yang kini duduk di jajaran menterinya dalam sebuah retret di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada masalah atau friksi internal di balik pernyataan tersebut.

Menurutnya, ucapan Prabowo murni bertujuan untuk menggarisbawahi betapa krusialnya persatuan dan kekompakan koalisi dalam menjalankan roda pemerintahan dan menyukseskan seluruh program yang telah dicanangkan.

"Enggak, itu kan bagian dari beliau ingin kita semua bagian dari Koalisi Merah Putih yang terdiri dari gabungan partai-partai politik, baik yang memiliki kursi di parlemen maupun yang belum memiliki kursi di parlemen. Kita ingin menunjukkan bahwa kita harus menjadi koalisi yang solid karena dibutuhkanlah persatuan, dibutuhkanlah kerja sama untuk dapat mencapai seluruh program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah," tutur Pras saat sesi istirahat untuk jeda makan dan Salat Maghrib di Hambalang, Selasa (6/1/2026).

Lebih lanjut, Prasetyo menepis adanya evaluasi atau koreksi dari presiden terkait kurangnya kerja sama antarpartai di dalam koalisi.

Ia menyebut, Prabowo justru merasa puas dengan kinerja kabinet selama satu tahun terakhir yang dinilai bekerja keras tanpa memandang sekat-sekat partai.

"Hampir tidak ada karena bapak presiden merasa bahwa kita semua dalam satu tahun menurut penilaian dari bapak presiden, semua bekerja keras tidak memandang unsur partai. Semua memaknai bahwa amanah yang diberikan oleh bapak presiden itu adalah amanah dari seluruh rakyat Indonesia dan kita semua bekerja sama," tegasnya.

Baca Juga: Program MBG Diejek Pakar, Prabowo: Hei Orang-orang Pintar, Lihat dengan Mata dan Hati

Sebagai bukti nyata soliditas tersebut, Prasetyo mencontohkan keberhasilan di sektor pangan yang merupakan hasil kerja keroyokan lintas kementerian.

Menurutnya, jajaran kabinet selalu berorientasi pada tujuan bersama, bukan pada latar belakang politik masing-masing.

"Salah satu contohnya misalnya keberhasilan kita di bidang pangan itu tidak hanya dikerjakan oleh Kementerian Pertanian karena beberapa kementerian terkait semua terlibat di dalamnya, baik yang berkenaan dengan masalah regulasi, kemudian berkenaan dengan masalah BUMN karena ketersediaan pupuk, kemudian juga berkenaan dengan masalah irigasi di mana di situ teman-teman dari PU juga berperan sangat aktif," papar Pras.

Kerja sama inilah, kata Pras, yang menjadi fondasi yang ingin terus diperkuat oleh Prabowo sejak awal pembentukan kabinet.

"Itulah kerja sama yang sedari awal kabinet ini bapak presiden melakukan retret di Magelang dengan harapan terjadi kerja sama di antara seluruh anggota Kabinet Merah Putih," ujar Pras.

Momen Kelakar Prabowo yang Jadi Sorotan

Load More