- Ketua Bappilu PDIP, Deddy Yevri Sitorus, mengonfirmasi adanya lobi perubahan Pilkada menjadi dipilih DPRD.
- PDIP bersikap tegas konsisten mendukung Pilkada dipilih langsung untuk menjaga kedaulatan hak rakyat.
- Deddy menyebut enam partai koalisi mendukung opsi Pilkada melalui DPRD, mengancam posisi PDIP di parlemen.
Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Bappilu Eksekutif PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, mengungkapkan bahwa fraksinya mulai didekati dan dilobi.
Lobi-lobi tersebut terkait dengan wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi dipilih oleh DPRD.
Menurutnya, hal itu datang terutama dari partai-partai yang menyatakan mendukung Pilkada dipilih oleh DPRD. Namun, ia tak menyebut siapa pihak yang dimaksud.
Deddy menyampaikan bahwa pembicaraan informal atau “ngobrol-ngobrol” terkait ajakan mendukung Pilkada lewat DPRD sudah mulai terjadi di lingkaran legislatif.
“Lobi-lobi, saya kira pembicaraan-pembicaraan, ngobrol-ngobrol sudah. Tapi kan memang belum ada jadwal resmi kapan dimulai pembahasan. Baru di lingkaran partai pendukung pemerintah, partai koalisi,” kata Deddy kepada wartawan, Rabu (7/1/2025).
Kendati begitu, Deddy menegaskan bahwa sikap PDIP sudah bulat dan tidak akan goyah. Ia memastikan partai berlambang banteng moncong putih itu tetap konsisten mendukung Pilkada langsung demi menjaga hak kedaulatan rakyat.
“Sikap kita kan sudah tegas dari awal, kita enggak akan berubah. Bahwa itu adalah hak rakyat yang tidak bisa diwakilkan pada segelintir orang di DPRD,” tegasnya.
Secara hitung-hitungan di parlemen, Deddy mengakui posisi PDIP cukup sulit karena hanya memiliki sekitar 16 persen kursi.
Jika enam partai lain dalam koalisi pemerintah kompak menyetujui wacana tersebut, maka secara matematis usulan itu akan mudah lolos.
Baca Juga: Dasco Minta Elite Stop Gaduh Pilkada Lewat DPRD, Fokus Dulu Tangani Bencana Sumatera
Deddy menyebutkan nama-nama partai yang sejak awal menyuarakan atau memberi sinyal setuju, mulai dari Golkar, PAN, PKB, hingga Gerindra. Belakangan, ia juga mendengar NasDem dan Demokrat turut menunjukkan sikap serupa.
Deddy menilai mekanisme pemilihan melalui DPRD merupakan bentuk pengebirian demokrasi yang hanya akan menguntungkan kelompok kecil atau oligarki di tingkat daerah.
Untuk itu, PDIP kini menunggu sikap dan dukungan dari kelompok masyarakat sipil untuk bersama-sama menolak wacana tersebut.
“Kita tetap tegas, teguh, agar Pilkada dipilih secara langsung, bukan diwakilkan pada oligarki DPRD. Nah, tentu di sini kita menunggu dukungan dari masyarakat sipil, bagaimana sikap mereka terhadap kehendak dari partai-partai pemerintah itu,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dasco Minta Elite Stop Gaduh Pilkada Lewat DPRD, Fokus Dulu Tangani Bencana Sumatera
-
Begini Respons Cak Imin Soal Kelakar Prabowo 'PKB Harus Diawasi'
-
Demokrasi Bukan soal Kubu: Kenapa Kita Tak Bisa Kritik Tanpa Dicap?
-
PDIP Tolak Pilkada Dipilih DPRD, PAN Bicara Soal Dialog Cari Titik Temu
-
Dasco Ungkap Alasan Prabowo Buat Retret Kabinet di Hambalang: Satukan Visi untuk Program 2026
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
-
Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?