- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta penundaan debat Pilkada demi fokus penanganan darurat bencana di Sumatra pada awal 2026.
- Dasco menegaskan DPR RI secara kelembagaan belum menjadwalkan pembahasan formal mengenai usulan pengembalian sistem Pilkada melalui DPRD.
- Wacana Pilkada melalui DPRD muncul kembali setelah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikannya pada Rapimnas Partai Golkar 2025.
Suara.com - Eskalasi politik di awal tahun 2026 mulai memanas seiring munculnya wacana pengembalian sistem pilkada melalui DPRD. Namun, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan agar para pemangku kepentingan tidak kehilangan empati di tengah situasi darurat bencana yang melanda sebagian wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Sumatra.
Dasco secara tegas mengajak seluruh elemen bangsa, terutama partai politik, untuk menunda perdebatan mengenai mekanisme pemilu dan memprioritaskan kemanusiaan.
Hal ini menyusul rentetan bencana alam yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.
"Kalau tentang partai-partai politik, semua sudah menyuarakan keinginan ke depan seperti apa, iya kan. Tapi kalau dalam situasi saat ini, mari kita sama-sama fokus penanganan bencana dulu, terutama di Sumatera," kata Dasco, Rabu (7/1/2026).
Belum lagi ada potensi bencana alam lain seperti erupsi gunung berapi, sehingga perlu fokus semua pihak, terutama kalangan politikus.
DPR Belum Agendakan Pembahasan Pilkada Tak Langsung
Meski isu ini telah menjadi perbincangan hangat di ruang publik, Dasco memastikan bahwa secara institusional, DPR RI belum mengambil langkah formal.
Ia menekankan, saat ini para anggota legislatif masih dalam masa reses, sehingga belum ada pertemuan resmi untuk membahas usulan perubahan sistem Pilkada.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra tersebut juga menyatakan, dirinya tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai kapan pembahasan tersebut akan masuk ke meja pimpinan.
Baca Juga: Soal KUHP dan KUHAP, Dasco: Jika Tidak Berkenan, Silakan Uji Materi ke MK
"Kami masih reses. Belum ada pembahasan soal keputusannya apa. Saya belum bisa jawab," kata Dasco.
Sikap Dasco ini dinilai sebagai upaya untuk meredam kegaduhan politik prematur, mengingat masyarakat di wilayah terdampak bencana saat ini lebih membutuhkan kehadiran negara dalam bentuk bantuan logistik dan mitigasi, ketimbang perubahan regulasi politik.
Akar Persoalan: Usulan Golkar dan Isu Biaya Politik
Wacana Pilkada melalui DPRD ini kembali mencuat setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikannya secara terbuka dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Golkar tahun 2025.
Golkar berargumen bahwa mengembalikan mandat pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD tidak akan mengurangi esensi kedaulatan rakyat.
Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa sistem ini dapat dirancang dengan tetap mengedepankan keterbukaan informasi dan pelibatan publik.
Berita Terkait
-
Soal KUHP dan KUHAP, Dasco: Jika Tidak Berkenan, Silakan Uji Materi ke MK
-
Dasco Ungkap Alasan Prabowo Buat Retret Kabinet di Hambalang: Satukan Visi untuk Program 2026
-
Dasco Tegaskan Belum Ada Rencana Pembahasan Pilkada Dipilih DPRD dalam Waktu Dekat di DPR
-
Pilkada Lewat DPRD Jadi Opsi Serius, Demokrat Nyatakan Sejalan dengan Presiden Prabowo
-
Tolak Pilkada via DPRD, Benny K Harman: Jangan Ambil Hak Rakyat Cuma karena Alasan Anggaran
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga
-
Wakil Ketua Komisi VI Adisatrya Sulisto Soroti Kebijakan Impor Mobil Operasional KDKMP dari India
-
Tragedi Filisida Sukabumi: Bocah 12 Tahun Tewas di Tangan Ibu Tiri, Ini Penjelasan KPAI
-
BGN Tegaskan Tak Ada Pembagian MBG Saat Sahur, Ini Jadwalnya Selama Ramadan
-
Testimoni Wali Murid: Sekolah Rakyat Bawa Perubahan Nyata bagi Anak
-
Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia
-
KPK Angkat Bicara, Inilah Alasan Utama RUU Perampasan Aset Wajib Disahkan!
-
Evakuasi Mencekam 26 Warga China di Tambang Emas Nabire Pasca Serangan KKB Aibon Kogoya
-
Menbud Fadli Zon: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Kebudayaan Dunia dan Super Power Megadiversity