- Pemerintah optimistis capai target 82,9 juta penerima program Makan Bergizi Gratis.
- Program MBG akan diperluas untuk mencakup guru dan tenaga pendidik.
- Santri di semua pondok pesantren, terdaftar atau tidak, juga akan mendapatkannya.
Suara.com - Pemerintah optimistis target 82,9 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana diminta Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai tahun ini.
Keyakinan itu disampaikan Wakil Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, seiring adanya tambahan kelompok penerima manfaat di luar skema awal.
“Dari sisi jumlah, insyaallah 82,9 juta (penerima) tercapai. Ini target awal,” kata Nanik saat meninjau pemberian MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, jumlah tersebut berpotensi bertambah karena adanya perluasan penerima MBG yang sebelumnya belum tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 115 Tahun 2025. Salah satu kelompok yang kini masuk dalam skema MBG adalah guru dan tenaga pendidik.
“Dulu di PP 115 tahun 2025 belum ada pak guru dan tenaga pendidik dapat (MBG). Nanti berarti 82,9 ditambah, ada guru, kemudian ada tenaga pendidik,” ujarnya.
Selain itu, BGN juga memasukkan santri pondok pesantren sebagai penerima manfaat MBG. Menurut Nanik, Presiden Prabowo menginginkan agar seluruh anak Indonesia, termasuk yang menempuh pendidikan di pesantren, mendapatkan hak yang sama.
“Ada juga nanti tambahan adalah dari pondok-pondok. Jadi yang mungkin selama ini tidak tercatat dari teman-teman itu, Pak Presiden ingin (santri juga dapat MBG) karena di sini hak anak Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan, pemberian MBG tidak dibatasi oleh status pencatatan lembaga pendidikan. Santri di pondok pesantren yang tercatat maupun tidak tercatat tetap akan memperoleh MBG.
“Jadi di manapun hak anak Indonesia, baik yang di pondok-pondok, misalnya yang tercatat di Kementerian Agama, maupun tidak tercatat tetap memperoleh,” ucap Nanik.
Baca Juga: Prabowo Komentari Podcast di Sosial Media: Banyak Pakar Bicara Asal
Selain santri dan tenaga pendidik, murid Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan tambahan penerima manfaat dalam program MBG.
“Murid sekolah rakyat juga akan memperoleh tambahan,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Tegas! Wali Kota Bekasi Setop Paksa Proyek Galian 'Siluman' di Kali Abang Tengah
-
98 Ribu Guru Madrasah Ikut PPG, Kemenag: Jika Lulus, Bisa Terima Tunjangan Profesi Tahun Depan
-
Kalideres Makin Semrawut, Rencana Pembangunan Krematorium Picu Protes Warga Hingga Disorot DPRD DKI
-
Diduga Sopir Mengantuk, Transjakarta Tanggung Biaya Medis Korban Tabrakan Dua Armada di Koridor 13
-
Disaksikan Keluarga Korban Arianto, Sidang Etik Bripda Masias Digelar Siang Ini: Bakal Dipecat?
-
Pramono Anung Bakal Tertibkan Lapangan Padel di Tengah Permukiman: Bikin Bayi Nggak Bisa Tidur
-
Murka Brimob di Tual Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kapolri: Usut Tuntas, Hukum Setimpal!
-
Heboh Naik Jet Pribadi OSO, Menag Nasaruddin Buka Suara di KPK: Tak Ada Pesawat Tengah Malam
-
Mobil Pribadi Nyangkut di Pembatas Beton, Layanan Transjakarta di Pulomas Bypass Terganggu
-
Kasat Narkoba Diduga Terima 'Uang Setoran' Rp13 Juta Tiap Pekan dari Bandar Narkoba di Toraja Utara