- Prof. Ryaas Rasyid mengkritik keras kerusakan alam besar akibat izin dari pemerintah pusat sejak 2004.
- Kewenangan strategis pengelolaan sumber daya alam yang ditarik ke pusat menyebabkan pemda kehilangan kontrol efektif.
- Pemerintah pusat dianggap sembrono menerbitkan ribuan izin tanpa pengawasan memadai, memicu bencana alam daerah.
Suara.com - Kritik tajam dilontarkan mantan Ketua Reformasi Politik Nasional Prof. Ryaas Rasyid terkait masifnya kerusakan alam, khususnya hutan dan pertambangan di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pihak yang paling bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan tersebut bukanlah pemerintah daerah, melainkan pemerintah pusat di Jakarta.
Ryaas menjelaskan, bahwa sejak tahun 2004, kewenangan strategis terkait pengelolaan sumber daya alam telah ditarik kembali ke pusat.
Hal ini membuat pemerintah daerah kehilangan kontrol atas eksploitasi lahan di wilayah mereka sendiri.
"Jadi sejak 2004 itu, kewenangan semua sudah pindah ke Jakarta lagi tidak ada lagi di daerah, Jadi yang paling bertanggung jawab atas kerusakan itu bukan kepala daerah," ujar Ryaas dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Kamis (8/1/2026).
Mantan Ketua Reformasi Politik Nasional itu menyoroti sikap pemerintah pusat yang dinilai sembrono dalam menerbitkan ribuan izin pertambangan dan kehutanan.
Ia menilai, Jakarta hanya fokus pada pengeluaran izin tanpa dibarengi dengan instrumen pengawasan yang efektif di lapangan.
"Secara sembrono mengeluarkan sekian ribu izin pertambangan dan kehutanan untuk membabat kayu tanpa pengawasan yang cukup. Kita hanya tahu keluarkan izin," katanya.
Lebih lanjut, Ryaas menolak narasi yang selalu menyalahkan faktor iklim sebagai penyebab utama bencana banjir di daerah. Baginya, banjir bandang yang kerap melanda Kalimantan dan Sumatera adalah bukti nyata dari penggundulan hutan yang direstui oleh izin-izin dari pusat.
Baca Juga: Sebut Polri Terjebak Permainan Politik Jokowi, Prof Ryaas Rasyid: Mereka Tidak Sadar!
Ia berpendapat bahwa hutan yang utuh jauh lebih efektif dalam menangkal bencana dibandingkan perdebatan soal perubahan iklim.
"Anda tidak bisa mengatakan itu hanya karena bencana alam. Selama ini kita hujan juga tidak terlalu bencana, faktanya, di daerah yang tidak ada penggundulan hutan, tetap aman saat musim hujan. Kerusakan di Kalimantan dan Sumatera itu luar biasa, dan itu semua tanggung jawab pemerintahan nasional," tambah Ryaas.
Ia menilai praktik obral izin ini merupakan bentuk pengabaian terhadap hak rakyat untuk memperoleh kehidupan yang layak dan aman.
Ryaas juga menyayangkan hilangnya fungsi kontrol yang seharusnya menjadi benteng perlindungan bagi kelestarian alam di daerah. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Sebut Polri Terjebak Permainan Politik Jokowi, Prof Ryaas Rasyid: Mereka Tidak Sadar!
-
Pengamat Desak DPR Panggil Zulhas Soal Keterlibatan Kerusakan Lingkungan
-
Feminist Jakarta Serukan Negara Tanggung Jawab Atas Femisida dan Kerusakan Lingkungan
-
Habiburokhman Bela Zulhas yang Dituding Rusak Hutan hingga Bencana Sumatera: Agak Lucu Melihatnya!
-
Gelar Panggung Musikal di Sarinah, Aktivis Sebut Banjir Sumatera Tragedi Ekologis
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi