- KPK menetapkan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji tahun 2024 pada Jumat (9/1/2026).
- Yaqut melaporkan total kekayaan bersih Rp13,749 miliar per Januari 2025, dengan aset properti mendominasi, berdasarkan LHKPN.
- Dugaan korupsi terkait kebijakan diskresi pembagian kuota haji tambahan 20.000 jemaah yang merugikan ribuan jemaah reguler.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) periode 2020-2024, Yaqut Cholil Qoumas, sebagai tersangka. Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini terjerat dalam pusaran dugaan kasus korupsi kuota haji periode 2024.
Penetapan status hukum ini sontak menyorot kembali profil dan total harta kekayaan yang dimiliki Yaqut selama menjabat sebagai penyelenggara negara.
Status tersangka Gus Yaqut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Saat dihubungi awak media pada Jumat (9/1/2026), ia memberikan jawaban singkat yang mengakhiri spekulasi publik.
“Benar,” kata Fitroh dikutip Jumat (9/1/2026).
Penetapan ini menjadi babak baru dalam pengusutan skandal penyelenggaraan ibadah haji yang diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah. Di tengah proses hukum yang berjalan, menarik untuk menilik besaran harta kekayaan yang pernah dilaporkan Gus Yaqut ke KPK.
Rincian Harta Kekayaan Gus Yaqut Rp13,7 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 20 Januari 2025 untuk periode akhir menjabat, total kekayaan Yaqut Cholil Qoumas mencapai Rp13.749.729.733.
Aset terbesarnya berasal dari sektor properti. Gus Yaqut tercatat memiliki enam bidang tanah dan bangunan senilai total Rp9.520.500.000. Aset ini tersebar di kampung halamannya di Rembang, Jawa Tengah, dan satu properti bernilai fantastis di Jakarta Timur seharga Rp4,5 miliar.
Di garasi rumahnya, terparkir dua unit mobil mewah dengan nilai total Rp2.210.000.000. Koleksinya meliputi:
Baca Juga: Breaking News! KPK Resmi Tetapkan Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji
- Mobil, Mazda CX-5 Minibus Tahun 2015, senilai Rp260.000.000
- Mobil, Toyota Alphard Minibus Tahun 2024, senilai Rp1.950.000.000
Selain itu, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp220.754.500 dan kas setara kas yang cukup likuid senilai Rp2.598.475.233. Setelah dikurangi utang sebesar Rp800.000.000, total kekayaan bersihnya mencapai angka Rp13,7 miliar.
Jejak Karier Politik dari Rembang ke Senayan
Lahir di Rembang pada 4 Januari 1975, Yaqut berasal dari keluarga terpandang Nahdlatul Ulama (NU). Ayahnya, KH Muhammad Cholil Bisri, adalah salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Karier politiknya dimulai dari tingkat lokal sebagai Ketua DPC PKB Rembang dan anggota DPRD Kabupaten Rembang, sebelum akhirnya terpilih menjadi Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010.
Sempat gagal melenggang ke Senayan pada Pemilu 2014, ia akhirnya menjadi anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Hanif Dhakiri.
Ia kembali terpilih pada periode 2019-2024 sebelum akhirnya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Agama pada 23 Desember 2020. Di luar parlemen, namanya juga besar sebagai Ketua Umum GP Ansor.
Berita Terkait
-
Breaking News! KPK Resmi Tetapkan Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Eks Kajari Bekasi Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara
-
KPK Ultimatum Nyumarno, Politisi PDIP Bekasi Didesak Bersaksi di Kasus Suap Bupati
-
Belum Juga Tetapkan Tersangka Kasus Haji, Apa Alasan KPK?
-
KPK Pecah Suara? Wakil Ketua Akui Ada Keraguan Tetapkan Tersangka Korupsi Kasus Haji
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional