- Penutupan Jalan Medan Merdeka Selatan pada Kamis (8/1/2026) disebabkan unjuk rasa buruh di depan Istana Negara.
- PT Transjakarta mengalihkan dan memendekkan sejumlah rute bus utama seperti 5C, 2A, 1P, 2P, 5M, 6A, dan 6B.
- Beberapa halte penting seperti Balai Kota tidak dilayani sementara oleh rute-rute yang melintas di area penutupan jalan.
Suara.com - Penutupan Jalan Medan Merdeka Selatan memicu penyesuaian besar-besaran pada layanan transportasi publik di jantung Jakarta.
Aksi unjuk rasa kaum buruh di depan Istana Negara menjadi pemicu utama dialihkannya sejumlah rute bus Transjakarta pada Kamis (8/1/2026).
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan pengalihan rute ini demi menjamin kelancaran mobilitas penumpang di tengah situasi demonstrasi.
Salah satu jalur utama yang terdampak adalah Rute 5C yang menghubungkan wilayah Cililitan menuju Juanda.
"Rute 5C: Cililitan - Juanda mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya penutupan jalan di sekitar Jl. Medan Merdeka Selatan. Sementara arah Juanda tidak melayani Halte Balai Kota," tulis akun X resmi @PT_Transjakarta.
Selain itu, para pengguna Rute 2A dari Pulo Gadung menuju Rawa Buaya juga harus memperhatikan perubahan titik pemberhentian bus.
"Rute 2A: Rawa Buaya - Pulo Gadung mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya penutupan jalan di sekitar Jl. Medan Merdeka Selatan. Sementara tidak melayani Halte Balai Kota arah Rawa Buaya," jelas pihak manajemen Transjakarta.
Layanan bus non-BRT rute 1P tujuan Senen hingga Blok M pun terpaksa tidak melayani beberapa titik pemberhentian penting di sepanjang area terdampak.
"Rute 1P: Senen - Blok M mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya penutupan jalan di sekitar Jl. Medan Merdeka Selatan. Sementara arah Blok M tidak melayani Bus stop Balai Kota sampai dengan Wisma Mandiri," jelas informasi resmi tersebut.
Baca Juga: Saat Orasi Membakar Semangat, PKL Raup Cuan di Tengah Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP 2026
Perubahan rute serupa menimpa Rute 2P arah Senen yang kini harus melewati jalur alternatif demi menghindari titik kemacetan massa.
"Rute 2P: Senen - Transport HUB Dukuh Atas mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya penutupan jalan di sekitar Jl. Medan Merdeka Selatan. Sementara arah Senen tidak melayani Bus Stop Gambir 3," lanjut pengumuman itu.
Pengguna jasa transportasi yang melintas dari arah Kampung Melayu menuju Tanah Abang via rute 5M juga diimbau untuk segera menyesuaikan perjalanan mereka.
"Rute 5M: Kp. Melayu - Tanah Abang mengalami pengalihan rute dikarenakan adanya penutupan jalan di sekitar Jl. Medan Merdeka Selatan. Sementara arah Tanah Abang tidak melayani Bus Stop Balaikota sampai dengan Sbr. Jembatan Serong," tulis pihak Transjakarta.
Tak hanya pengalihan jalur, kebijakan pemendekan rute juga secara mendadak diterapkan pada koridor yang biasanya berakhir di Balai Kota.
Rute 6A dan 6B dari arah Ragunan kini hanya beroperasi hingga Kebon Sirih sebelum memutar kembali ke arah Jakarta Selatan.
"Rute 6A: Ragunan - Balai Kota via Kuningan dan Rute 6B: Ragunan - Balai Kota via Semanggi mengalami perpendekan rute menjadi Ragunan - Kebon Sirih terkait adanya penutupan jalan di sekitar Jl. Medan Merdeka Selatan," pungkas pernyataan resmi tersebut.
Masyarakat disarankan untuk memantau aplikasi resmi atau kanal media sosial Transjakarta guna mendapatkan informasi terkini terkait dinamika jalur di lapangan.
Berita Terkait
-
1.659 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Buruh di Monas, Kapolres: Tidak Ada Bawa Senpi!
-
Ribuan Buruh Geruduk Istana, Tuntut Revisi UMP DKI dan UMSK Jawa Barat
-
Ini Daftar Rute Transjakarta yang Beroperasi Hingga Dini Hari Selama Malam Tahun Baru 2026
-
Ribuan Buruh KSPI Demo di Monas, Tuntut Dedi Mulyadi Kembalikan Kenaikan UMSK Jabar
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak