- Banjir di Jakarta sejak Senin (12/1/2026) memaksa ribuan warga mengungsi hingga Selasa pagi.
- Jakarta Utara mencatat jumlah pengungsi terbanyak, dengan Semper Barat menyumbang 625 jiwa di Rusun Embrio.
- BPBD DKI Jakarta memastikan kebutuhan dasar terpenuhi serta meminta warga waspada dan hubungi 112 darurat.
Suara.com - Ribuan jiwa sempat terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir yang melanda sejumlah titik di Jakarta sejak Senin (12/1/2026).
Hingga Selasa (13/1/2026) pagi, terpantau sekitar 1.600 warga masih bertahan di posko pengungsian yang disediakan pemerintah.
Wilayah Jakarta Utara menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak dibandingkan wilayah terdampak banjir lainnya.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, Kelurahan Semper Barat mencatat jumlah penyintas tertinggi dengan total 625 jiwa yang mengungsi di Rusun Embrio.
Di Kelurahan Cilincing, sebanyak 230 warga terpaksa bermalam di gedung SMPN 266 untuk menghindari genangan setinggi 20 sentimeter.
Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Kebon Bawang, di mana warga tersebar di lima titik pengungsian mulai dari masjid hingga gedung sekolah.
Sebanyak 100 jiwa di Kebon Bawang tercatat mengungsi di Mushola Jamiyatul Ikhwan dan puluhan lainnya di SDN 05 Kebon Bawang.
Begitu pula di Warakas, 120 warga masih menetap sementara di Masjid Miftahulsalam, dengan puluhan sisanya tersebar di dua mushola.
Selain Jakarta Utara, 153 jiwa di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat juga masih bertahan di Rusun dan RPTRA Alur Anggrek.
Baca Juga: Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
Fasilitas publik seperti kantor RW, masjid, dan gedung pelayanan masyarakat kini dialihfungsikan sementara untuk menampung warga terdampak.
Pemerintah melalui instansi terkait memastikan pasokan kebutuhan pokok dan layanan kesehatan bagi para pengungsi tetap terpenuhi.
"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
BPBD juga meminta warga di pengungsian untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga diingatkan untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan selama masa tanggap darurat banjir.
Tak kalah penting, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan evakuasi atau logistik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Jaga Kesehatan dan Kebersihan dengan 10 Tips Ini
-
Percepatan Pemulihan Layanan Adminduk: Dukcapil Salurkan Sarpras ke Aceh Tamiang Sampai Kota Langsa
-
Prabowo Koreksi Desain IKN, Instruksikan Percepatan Fasilitas Legislatif dan Yudikatif Tuntas 2028
-
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang
-
Geger Jasad Pria Misterius di TPU Bekasi Barat, Diduga Korban Pembunuhan
-
Fahri Hamzah: Prabowo Satu-satunya Presiden Independen yang Tak Bisa 'Disetir'
-
Tragis! Banjir Cilincing Telan 3 Korban Jiwa, Anak Temukan Ayah-Ibunya Tewas Tersengat Listrik
-
Pedagang Cilok di Jakarta Barat Tega Tusuk Teman Seprofesi, Polisi Masih Dalami Motif
-
PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik
-
Gaji ASN Gorontalo Macet di Awal 2026, Ini Fakta-faktanya