- Sosiolog Ahmad Humam Hamid menyoroti peran penting Sufmi Dasco Ahmad dalam percepatan penanganan pascabencana di Aceh.
- Titik balik penanganan terjadi saat Dasco memimpin rapat koordinasi dengan pejabat pusat pada 30 Desember 2025.
- Peran Dasco adalah menjembatani politik nasional dan kebutuhan riil masyarakat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dan ekonomi.
Suara.com - Sosiolog cum Guru Besar Universitas Syiah Kuala Aceh, Ahmad Humam Hamid, menilai Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memiliki peran penting mengubah jalannya penanganan pascabencana di Negeri Serambi Mekkah tersebut.
Menurut Humam, dikutip hari Selasa (13/1/2026), bencana di Aceh bukan sekadar peristiwa alam yang menghancurkan rumah, jembatan, kuala, dan fasilitas publik.
Ia membuka cermin yang jauh lebih luas tentang bagaimana negara bekerja dalam situasi krisis, bagaimana kepemimpinan diuji, dan bagaimana politik serta birokrasi berinteraksi ketika waktu menjadi faktor paling menentukan.
Sejak awal, masyarakat Aceh dihadapkan pada kenyataan pahit: pemerintah pusat tidak menetapkan status bencana nasional.
Namun paradoksnya, tindakan negara di lapangan justru menunjukkan bahwa Aceh diperlakukan sebagai prioritas nasional secara faktual.
Meskipun langkah-langkah teknis seperti pembangunan jembatan darurat oleh TNI, hal itu tetap terasa seperti potongan puzzle yang belum membentuk gambar utuh.
Yang hilang, menurut Humam, adalah kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh elemen kekuatan negara.
Dasco jadi titik balik
Titik balik mulai terlihat ketika Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mulai masuk ke dalam ruang kebijakan konkret di lapangan.
Baca Juga: BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
Humam momentum 30 Desember 2025 sebagai fase krusial.
"Satgas DPR langsung menggelar rapat di Aceh, titik bencana, dihadiri Dasco, Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan Purbaya. Dari sini dinamika berubah. Dasco masuk tanpa retorika berlebihan. Tak juga ada pidato heroik, tapi atmosfernya beda," kata dia.
Kehadiran Dasco, yang juga dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo, dinilai membawa variabel baru dalam kecepatan pengambilan keputusan.
"Memang, secara formal, Dasco adalah Wakil Ketua DPR. Tapi secara praktik, dia tampil sebagai pusat sentrifugal legislatif. Dia bisa menjaga politik nasional tak terpecah, memastikan DPR melakukan pengawasan, tapi juga ikut praktik mengondisikan percepatan. Kedekatannya dengan Presien Prabowo juga membuat komunikasi lebih cair."
Dalam pandangan Humam, isu anggaran yang biasanya tertahan di level teknokratis kini menjadi lebih cair karena adanya dorongan politik yang kuat.
"Kalau dalam kebijakan publik, Dasco menjadi jembatan antara kehendak politik dengan kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana," kata dia lagi.
Tag
Berita Terkait
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Pemerintah Siapkan Skema Kompensasi Rumah untuk Percepat Pengurangan Pengungsi Pascabencana Sumatra
-
DPR dan Pemerintah Pacu Pemulihan Bencana Sumatra, Target Normal Sebelum Ramadhan 2026
-
Dasco Persilakan Tito Lanjut Pimpin Pemulihan Aceh: DPR Fokus Anggaran dan Mengawasi
-
Dasco Pimpin Rapat di Aceh: Minta Pendataan Rumah Rusak Dikebut Sepekan
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
-
Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz
-
Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
-
Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?
-
Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin
-
Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik
-
Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer