- Ketua Komisi II DPR RI mengapresiasi kunjungan perdana Presiden Prabowo ke IKN sebagai pesan politik kuat keberlanjutan.
- Pesan politik IKN meliputi Perpres Nomor 79 Tahun 2025 dan kehadiran langsung presiden untuk menjawab spekulasi negatif.
- Pembangunan IKN dianggap fase tanpa kembali karena landasan hukum kuat serta anggaran hampir Rp100 triliun telah dialokasikan.
Suara.com - Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan perdana Presiden RI Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menilai, kehadiran Presiden di lokasi tersebut merupakan pesan politik yang sangat kuat bagi keberlanjutan masa depan IKN.
Rifqi menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan "pesan politik kedua" yang sangat krusial.
Pesan politik pertama, menurutnya, telah ditunjukkan melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang diteken langsung oleh Presiden Prabowo.
"Pesan politik pertama adalah diterbitkannya Perpres Nomor 79 Tahun 2025 yang menyebutkan IKN sebagai ibu kota politik di tahun 2028. Pesan politik kedua adalah kehadirannya kemarin," ujar Rifqi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
"Beliau ingin memberikan pesan bahwa bukan sekadar meninjau, tapi memberikan perhatian penuh kepada IKN," katanya menambahkan.
Ia menilai komitmen Presiden sangat penting untuk menepis anggapan miring yang berkembang di tengah masyarakat selama ini.
"Saya kira ini penting untuk menjawab spekulasi bahwa IKN ini semacam proyek yang mubazir," tegasnya.
Terkait target pembangunan, Komisi II DPR RI memandang bahwa proyek IKN saat ini sudah berada pada fase no point to return atau tidak ada jalan untuk kembali.
Baca Juga: Setelah Resmikan Proyek Besar di Balikpapan, Apa Agenda Rahasia Prabowo di IKN?
Hal ini didasari oleh landasan hukum yang kuat, yakni Undang-Undang IKN dan Perpres 79 Tahun 2025 yang telah mendeklarasikan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.
Rifqinizamy juga mengingatkan bahwa anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan IKN tidaklah sedikit, yakni mencapai hampir Rp100 triliun.
"Akan sangat mubazir kalau pemerintah tidak segera memanfaatkan IKN sebagai ibu kota negara. Anggaran hampir Rp100 triliun sudah kita sahkan," katanya.
Mengenai teknis pemindahan 1,3 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat, Rifqi menilai skema pemindahan secara bertahap atau mencicil adalah hal yang wajar sebagai bagian dari strategi taktis pemerintah.
Namun, ia menekankan bahwa substansi utamanya adalah konsistensi dalam melaksanakan undang-undang.
"Yang penting adalah komitmen pemerintah sesuai dengan undang-undang dan perpres itu harus dilaksanakan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Usai Bermalam di IKN, Prabowo Tinjau Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Prabowo Beri Mandat ke Dirut Baru Pertamina: Pecat Siapa Saja yang Tidak Bagus!
-
Setelah Resmikan Proyek Besar di Balikpapan, Apa Agenda Rahasia Prabowo di IKN?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Lima Koper Berisi Uang Rp5,19 Miliar Korupsi Bea Cukai
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas