- Januari 2026, Jakarta menghadapi banjir akibat curah hujan ekstrem dan kiriman debit air dari hulu.
- Lima daerah rawan banjir diidentifikasi: Kampung Melayu, Cilandak Timur, Pondok Labu, Rawa Terate, dan Rawa Buaya.
- Penyebab banjir bervariasi, meliputi luapan sungai, drainase buruk, kondisi geografis cekungan, serta sedimentasi.
Selain sungai besar, beban ini ditambah dengan aliran dari berbagai Saluran Penghubung yang bermuara di sana. Jika sungai utama sudah penuh, air dari saluran penghubung tidak bisa masuk ke sungai dan justru berbalik arah ke pemukiman.
Selain itu, faktor seperti drainase yang tidak mampu menampung aliran air dari dataran yang lebih tinggi, penurunan muka tanah, hingga dampak pembangunan yang mengurangi resapan air juga menjadi pemicu terjadinya banjir di daerah tersebut.
4. Rawa Terate, Jakarta Timur
Wilayah Rawa Terate di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, secara historis tercatat sebagai salah satu titik banjir paling krusial di wilayah timur Jakarta.
Kawasan ini pernah mengalami salah satu bencana banjir terparah dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter, yang tidak hanya merendam pemukiman warga tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Tingginya curah hujan lokal seringkali tidak diimbangi dengan kapasitas saluran drainase yang memadai. Sebagai kawasan yang bersinggungan langsung dengan Kawasan Industri, banyak saluran air di Rawa Terate yang mengalami penyempitan atau tersumbat oleh sedimentasi lumpur serta limbah domestik, sehingga daya tampung air menurun.
Faktor utama lainnya adalah meluapnya Kali Cakung yang melintasi wilayah tersebut. Ketika debit air kiriman dari hulu meningkat, sungai ini tidak lagi mampu menampung volume air, menyebabkan air meluber hingga ke jalan raya dan masuk ke dalam rumah-rumah warga.
5. Rawa Buaya, Jakarta Barat
Rawa Buaya, Jakarta Barat adalah salah satu daerah yang kondisi tanahnya berbentuk cekung sehingga rawan dan sering terjadinya banjir.
Baca Juga: Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Secara teknis, posisi daratan di wilayah ini berada pada elevasi yang sangat rendah, bahkan di beberapa titik berada di bawah permukaan air sungai saat kondisi pasang atau hujan lebat.
Kali Mookervart seringkali mengalami kelebihan beban karena harus menampung debit air dari curah hujan lokal sekaligus aliran dari sungai-sungai kecil di sekitarnya.
Ketika permukaan air Kali Mookervart naik melebihi tanggul, air akan langsung tumpah ke wilayah Rawa Buaya yang elevasinya lebih rendah, merendam pemukiman padat penduduk serta melumpuhkan jalur-jalur utama. Ketinggian air di Rawa Buaya sangat bergantung pada status bendung di wilayah hulu (seperti Bendung Katulampa), yang tidak bisa diperkirakan berapa lamanya sampai ke daerah Rawa Buaya.
6. Mampang, Jakarta Selatan
Wilayah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, khususnya di kawasan permukiman Pondok Karya, telah lama menjadi titik krusial yang terjebak dalam masalah banjir berulang setiap kali intensitas curah hujan meningkat, baik akibat hujan lokal maupun kiriman. Faktor yang memicu kondisi ini adalah meluapnya aliran Kali Mampang, yang kapasitas penampungannya saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai untuk mengimbangi lonjakan debit air yang ekstrem.
Genangan air yang dikatakan cukup tinggi hingga merendam pemukiman di daerah tersebut membuat aktivitas masyarakat sehari-hari terganggu dan membuat mobilitas warga menjadi sulit, khususnya bagi anak-anak dan lansia.
Berita Terkait
-
5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!
-
Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?
-
Tol Arah Bandara Soetta Masih Terendam, Lalin Tersendat, Cek Titik Genangan Ini
-
Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
KPK Geledah Kantor DJP, Amankan Dokumen dan Uang 8.000 SGD
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
Tragis! Tiga Warga Cilincing Tersengat Listrik di Tengah Banjir Jakarta Utara
-
IKN Nusantara: Narasi Kian Meredup Meski Pembangunan Terus Dikebut?
-
Kejaksaan Agung Mutasi 19 Kepala Kejaksaan Negeri di Awal Tahun
-
KPK Ungkap Petinggi PBNU Diduga Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji
-
Fahri Hamzah: Pilkada Lewat DPRD Diskusi Efisiensi, Jangan Terlalu Curigai Prabowo
-
Sekolah Tanpa Hukuman? Begini Arah Baru Disiplin ala Abdul Muti
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Jaga Kesehatan dan Kebersihan dengan 10 Tips Ini