- Tiga warga Cilincing, Jakarta Utara, meninggal tersengat listrik saat banjir pada Senin, 12 Januari 2026.
- Korban terdiri ibu rumah tangga dan pasangan suami istri, diduga akibat kabel listrik terkelupas terendam air.
- DPRD DKI menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan kesiapsiagaan saat terjadi bencana banjir.
Suara.com - Peristiwa tragis merenggut nyawa tiga orang warga di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, akibat tersengat aliran listrik di tengah genangan banjir pada Senin (12/1/2026).
Tiga korban terdiri dari seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Kalibaru, serta pasangan suami istri yang tinggal di Kelurahan Semper Barat.
Berdasarkan data di lapangan, korban bernama Maya Saputri (43) ditemukan tergeletak pukul 09.00 WIB saat sedang membersihkan rumahnya yang mulai dimasuki air.
Di lokasi berbeda, pasangan suami istri Hadi Warno (54) dan Naning Juniarty (49) ditemukan meninggal dunia oleh anak mereka dalam kondisi mengambang di ruang tengah.
Koordinator Komisi D DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, langsung bereaksi keras dan menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas musibah memilukan tersebut.
"Kami di DPRD DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga warga Jakarta Utara di Cilincing yang diduga tersengat listrik saat banjir," ujar Wibi Andrino kepada Suara.com melalui keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).
Wibi menegaskan bahwa ancaman banjir di Jakarta kini bukan lagi sekadar persoalan genangan air, melainkan sudah menyangkut nyawa manusia.
"Peristiwa ini sangat tragis dan menjadi peringatan keras bahwa banjir bukan hanya soal genangan air, tetapi juga ancaman serius terhadap keselamatan jiwa akibat instalasi listrik yang tidak aman," tegasnya.
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menduga kuat penyebab kematian pasutri tersebut berasal dari kabel kulkas yang terkelupas dan terendam air banjir.
Baca Juga: Viral Ratusan Ton Bantuan Korban Banjir Bireuen Ternyata Menumpuk Rapi di Gudang BPBD!
Menyikapi hal itu, DPRD DKI Jakarta menuntut adanya langkah konkret dan evaluasi menyeluruh dari pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"DPRD memandang perlu adanya evaluasi menyeluruh dan tindakan tegas, mulai dari kesiapsiagaan aparat wilayah, pemutusan aliran listrik secara cepat di kawasan rawan banjir, hingga tanggung jawab pihak terkait dalam memastikan sistem kelistrikan aman saat bencana," tutur Wibi.
Pihak kepolisian memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban setelah melakukan pemeriksaan awal tim Reskrim.
Wibi pun mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk lebih sigap dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di zona rawan.
"Kejadian ini tidak boleh terulang, dan pemerintah harus hadir melindungi warganya, terutama di wilayah padat dan rawan banjir," pungkasnya.
Saat ini, jenazah ketiga korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah adanya penolakan untuk dilakukan proses autopsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jakarta Ramadan Festival 2026, Bundaran HI Tampil Bercahaya Selama Bulan Suci
-
KPK Ungkap Modus Mobil Operasional Berpindah-Pindah di Kasus OTT Bea Cukai
-
Nasib 185 Lapangan Padel Tak Berizin di Jakarta: DPRD Minta Penertiban Bertahap dan Berkeadilan
-
Ramadan dan Lebaran Ubah Pola Perjalanan, Mobilitas Makin Terkonsentrasi Jelang Hari H
-
Kejagung Ajukan Banding Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
-
Diduga Ilegal, Satgas PKH Segel Tambang Nikel Milik Bos Malut United
-
H-10 Lebaran, Menteri PU Targetkan Pantura Barat Bebas Lubang
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden