News / Metropolitan
Selasa, 13 Januari 2026 | 17:27 WIB
Ilustrasi tersengat listrik saat banjir. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Tiga warga Cilincing, Jakarta Utara, meninggal tersengat listrik saat banjir pada Senin, 12 Januari 2026.
  • Korban terdiri ibu rumah tangga dan pasangan suami istri, diduga akibat kabel listrik terkelupas terendam air.
  • DPRD DKI menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan kesiapsiagaan saat terjadi bencana banjir.

Suara.com - Peristiwa tragis merenggut nyawa tiga orang warga di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, akibat tersengat aliran listrik di tengah genangan banjir pada Senin (12/1/2026).

Tiga korban terdiri dari seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Kalibaru, serta pasangan suami istri yang tinggal di Kelurahan Semper Barat.

Berdasarkan data di lapangan, korban bernama Maya Saputri (43) ditemukan tergeletak pukul 09.00 WIB saat sedang membersihkan rumahnya yang mulai dimasuki air.

Di lokasi berbeda, pasangan suami istri Hadi Warno (54) dan Naning Juniarty (49) ditemukan meninggal dunia oleh anak mereka dalam kondisi mengambang di ruang tengah.

Koordinator Komisi D DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, langsung bereaksi keras dan menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas musibah memilukan tersebut.

"Kami di DPRD DKI Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga warga Jakarta Utara di Cilincing yang diduga tersengat listrik saat banjir," ujar Wibi Andrino kepada Suara.com melalui keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).

Wibi menegaskan bahwa ancaman banjir di Jakarta kini bukan lagi sekadar persoalan genangan air, melainkan sudah menyangkut nyawa manusia.

"Peristiwa ini sangat tragis dan menjadi peringatan keras bahwa banjir bukan hanya soal genangan air, tetapi juga ancaman serius terhadap keselamatan jiwa akibat instalasi listrik yang tidak aman," tegasnya.

Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menduga kuat penyebab kematian pasutri tersebut berasal dari kabel kulkas yang terkelupas dan terendam air banjir.

Baca Juga: Viral Ratusan Ton Bantuan Korban Banjir Bireuen Ternyata Menumpuk Rapi di Gudang BPBD!

Menyikapi hal itu, DPRD DKI Jakarta menuntut adanya langkah konkret dan evaluasi menyeluruh dari pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"DPRD memandang perlu adanya evaluasi menyeluruh dan tindakan tegas, mulai dari kesiapsiagaan aparat wilayah, pemutusan aliran listrik secara cepat di kawasan rawan banjir, hingga tanggung jawab pihak terkait dalam memastikan sistem kelistrikan aman saat bencana," tutur Wibi.

Pihak kepolisian memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban setelah melakukan pemeriksaan awal tim Reskrim.

Wibi pun mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk lebih sigap dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di zona rawan.

"Kejadian ini tidak boleh terulang, dan pemerintah harus hadir melindungi warganya, terutama di wilayah padat dan rawan banjir," pungkasnya.

Saat ini, jenazah ketiga korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah adanya penolakan untuk dilakukan proses autopsi.

Load More