- Kementerian PU mempercepat pembangunan sabo dam dan check dam di hulu Aceh Tenggara untuk mengendalikan banjir bandang dan melindungi infrastruktur.
- Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan penanganan banjir harus fokus di hulu sebagai sumber material perusak infrastruktur vital.
- Pemerintah menargetkan 30-40 titik dam di Aceh, sambil memprioritaskan perbaikan Jembatan Pantai Dona dan meninjau relokasi Puskesmas Jambul Alam.
Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan sabo dam dan check dam di wilayah hulu sungai di Kabupaten Aceh Tenggara. Langkah ini dinilai strategis untuk mengendalikan banjir bandang sekaligus melindungi infrastruktur vital, termasuk jembatan yang rusak akibat terjangan material saat hujan deras.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan penanganan bencana tidak cukup dilakukan di bagian hilir sungai. Menurutnya, persoalan utama justru berada di wilayah hulu yang menjadi sumber material kayu, batu, dan sedimen saat debit air meningkat.
“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” kata Dody dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan sabo dam dan check dam menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir bandang yang kerap merusak fasilitas publik. Tanpa pengendalian di hulu, pembangunan infrastruktur di hilir berpotensi terus mengalami kerusakan berulang.
Untuk memperkuat sistem pengendalian banjir, Kementerian PU merencanakan pembangunan sekitar 30 hingga 40 titik check dam dan sabo dam di wilayah Aceh. Sejumlah titik prioritas berada di daerah rawan banjir bandang, termasuk kawasan hulu di Aceh Tenggara.
Pembangunan tersebut ditargetkan dilakukan secara bertahap dengan percepatan pada lokasi-lokasi strategis. Salah satu fokus utama adalah hulu Sungai Alas, mengingat sungai ini menjadi aliran utama yang kerap membawa material besar saat banjir terjadi.
Jembatan Pantai Dona yang membentang di Sungai Alas disebut sebagai akses vital bagi masyarakat. Infrastruktur ini menghubungkan tiga kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman, sehingga keberadaannya sangat menentukan aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat.
"Kalau kita mau membangun jembatan, tidak bisa hanya membangun di titik ini saja. Harus dibarengi dengan pembangunan sabo dam di hulunya agar lebih efisien dan berkelanjutan. Sabo dam ini berfungsi sebagai penangkap material agar tidak turun ke hilir,” ujar Dody.
Lebih lanjut, Dody juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk membantu percepatan penanganan infrastruktur konektivitas di daerah terdampak. Penanganan Jembatan Pantai Dona diminta dilakukan secara intensif agar segera bisa digunakan kembali.
Baca Juga: Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi
"Saya minta dikerjakan siang dan malam dari dua sisi. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan sudah bisa selesai dan kembali difungsikan," ucap Dody.
Selain Jembatan Pantai Dona, Menteri Dody turut meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang terdampak bencana banjir bandang pada Kamis, 27 November 2025. Jembatan ini menjadi penghubung empat kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah.
Jembatan Mbarung juga memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan ekonomi masyarakat. Akses ini kerap dilalui warga untuk aktivitas perdagangan dan mobilitas sehari-hari, sehingga perbaikannya menjadi perhatian pemerintah pusat.
Tak hanya infrastruktur konektivitas, Menteri Dody juga meninjau Puskesmas Jambul Alam yang berada di kawasan rawan banjir. Ia menilai lokasi fasilitas kesehatan tersebut sudah tidak ideal karena posisinya dekat dengan dasar sungai dan memiliki risiko tinggi terdampak bencana.
"Puskesmas ini memang sudah direkomendasikan untuk direlokasi dari kawasan sungai ke lokasi yang lebih aman. Kita akan lihat kondisi lahannya dan menyiapkan pembangunan di tempat baru agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap terjamin," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS