- Pertamina EP Zona 4 mencapai produksi minyak 27.643 BOPD dan gas 530,9 MMSCFD sepanjang 2025.
- Peningkatan kinerja produksi didukung perluasan data 3D Seismic dan pengembangan lapangan agresif.
- Operasi migas tahun 2025 berhasil tanpa kecelakaan kerja (zero accident) sekaligus mendukung energi nasional.
Suara.com - PT Pertamina EP (PEP) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Zona 4 mencatatkan produksi minyak mencapai 27.643 barel per hari (BOPD) sepanjang 2025 atau meningkat 6,6 persen dibandingkan 2024.
Bersamaan dengan itu, produksi gas PEP Zona 4 juga menunjukkan hasil positif dengan capaian 530,9 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Peningkatan produksi itu disebut hasil dari perluasan data 3D Seismic yang dipadukan dengan strategi pengembangan lapangan secara agresif.
Kemudian didukung program New Area Development (NAD), berbagai teknik pengeboran strategis, serta kolaborasi solid tim subsurface dalam manajemen sumur baru maupun aktivitas perawatan sumur (Workover & Well Intervention).
"Pencapaian ini menunjukkan kinerja operasi Zona 4 yang semakin solid dari tahun ke tahun, didukung inovasi teknologi dan kolaborasi seluruh fungsi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional," kata General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto lewat keterangannya pada Selasa (13/1/2026).
Hasil produksi migas ini diperoleh dari operasional PEP dan PHE Zona 4 yang berada tujuh lapangan yang melintasi dua kota dan sembilan kabupaten. Seluruh hasil produksi itu dialokasikan ke kilang domestik Pertamina guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Di sisi lain, PEP Zona 4 terus memperkuat aspek inovasi, salah satunya melalui teknologi batch drilling onshore. Metode ini memungkinkan pengeboran beberapa sumur di lokasi yang sama secara berurutan.
Dengan dukungan Drilling Rig bersistem skidding atau walking, pemindahan menara dan peralatan dari satu sumur ke sumur lainnya tanpa perlu membongkar (rig down) peralatan, sehingga mempercepat waktu kerja dan menekan biaya operasional.
Di samping itu, peningkatan produksi migas, dilakukan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Sepanjang 2025 PEP dan PHE Zona 4 melaporkan tidak kecelakaan kerja atau zero accident.
Baca Juga: Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
"Keselamatan adalah budaya di Pertamina Safety first. Capaian tahun ini membuktikan bahwa peningkatan produksi migas dapat berjalan seiring dengan komitmen kuat terhadap keselamatan," pungkas Djudjuwanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar