- WALHI mengkritik penanganan pascabanjir Aceh Tamiang yang lamban; 47 hari berlalu, kebutuhan dasar warga belum terpenuhi layak.
- WALHI menilai bencana ini akibat kesalahan sistemik tata kelola alam, bukan takdir, terkait izin perusahaan di wilayah hulu DAS.
- Pemerintah dikritik karena penggunaan alat berat untuk membersihkan kayu daripada memprioritaskan pemulihan rumah warga terdampak.
“Alat-alat berat itu seharusnya didahulukan untuk rumah-rumah warga sehingga mereka bisa tinggal kembali, tetapi yang terjadi saat ini di lapangan justru digunakan untuk membersihkan gelondongan-gelondongan kayu,” ujar Melva.
WALHI juga mengingatkan agar wacana relokasi korban bencana dilakukan secara adil tanpa menghilangkan hak politik dan ruang hidup masyarakat, khususnya warga yang bergantung pada pesisir sungai.
Relokasi tidak boleh memutus mata pencaharian warga atau mengambil alih wilayah kelola serta lahan agraris masyarakat lain karena berpotensi memicu ketidakadilan dan konflik baru.
Menjelang akhir diskusi, Abdul kembali menegaskan bahwa kondisi saat ini menunjukkan kegagalan negara dalam menjalankan mandat konstitusionalnya.
“Yang seharusnya negara berpihak pada kehidupan, bukan justru memproduksi kerusakan-kerusakan berikutnya,” pungkasnya.
Satryo pun mengajak masyarakat luas untuk turut mengambil peran dalam memperjuangkan ruang hidup.
“Kami mengajak teman-teman di seluruh negeri untuk mengambil bagian dalam memperjuangkan ruang hidup agar kita tetap bisa menghirup udara segar dan mengangkat suara yang ditinggalkan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Melva kembali mengingatkan Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 yang menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Ia mengajak publik mengawal amanat tersebut agar tidak berubah menjadi sumber bencana ekologis.
“Mahatma Gandhi itu pernah bilang bahwa bumi ini cukup untuk banyak orang, tetapi tidak pernah cukup untuk satu orang yang serakah. Bencana kali ini bukan bencana yang berdiri sendiri, bencana kali ini jelas bencana ekologis,” tutupnya.
Baca Juga: Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
KKP Kerahkan 1.142 Taruna ke AcehSumatra, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana
-
KLH Siapkan Gugatan Triliunan untuk 6 Perusahaan Terduga Biang Banjir Sumatra
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Airlangga Hartarto Bahas Perpres Pembelian Energi dan Pesawat di KPK
-
Kejagung Akui Telah Periksa Eks Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman di Kasus Izin Tambang
-
Terpengaruh Film Porno! Dua Pelajar Ditangkap Usai Begal Payudara Siswi SMP di Kembangan
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan