- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu KPK di Jakarta Selatan membahas dua Perpres terkait pembelian energi dan pesawat.
- Perpres tersebut mengatur mekanisme pembelian energi dari Amerika Serikat dan pengadaan pesawat oleh Garuda Indonesia.
- KPK sedang mengevaluasi risiko (risk assessment) Perpres tersebut dan masukan akan melengkapi rancangan Perpres yang tengah disusun.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan mengenai pertemuannya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini.
Salah satu yang dibahas ialah mengenai rencana pembelian energi dari Amerika Serikat sehingga pemerintah tengah menggodok peraturan presiden (Perpres).
“Kami sedang mempersiapkan Perpres dan Perpres sudah dievaluasi oleh KPK terkait dengan risk assessment-nya. Jadi masukan-masukan mengenai risk assessment nanti melengkapi Perpres yang sedang dibuat karena kami akan membuat dua Perpres,” kata Airlangga di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Menurut Airlangga, perpres tersebut akan mengatur soal pembelian energi oleh Pertamina dan pembelian pesawat oleh Garuda Indonesia.
“Mengenai mekanismenya saja,” ujar Airlangga.
Airlangga Hartarto diketahui mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada hari ini. Dia turun dari mobil Lexus berwarna hitam sekitar pukul 13.51 WIB.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu terlihat mengenakan pakaian berupa batik lengan panjang oranye muda dengan aksen biru muda.
Saat ditanya mengenai tujuannya mendatangi lembaga antirasuah, Airlangga mengaku datang untuk membahas tarif resiprokal Amerika Serikat.
“Komunikasi untuk negosiasi tarif Amerika,” kata Airlangga di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Airlangga Hartarto Mendadak Muncul di Gedung KPK, Ada Apa?
Setelah tiba, Airlangga langsung disambut Cahya H. Harefa. Mereka kemudian langsung masuk ke lobi Gedung Merah Putih KPK.
Bukan hanya Airlangga, sejumlah wakil menteri juga hadir, yaitu Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dan Wakil Menteri Dalam Negeri Dyah Roro Esti.
Berdasarkan informasi yang disampaikan KPK, Wakil Menteri Luar Negeri juga dijadwalkan menghadiri pertemuan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi