- Indonesia kehilangan jutaan hektar hutan primer kaya karbon; laju kerusakannya melambat signifikan sejak 2020.
- Kerusakan lahan gambut tropis menyebabkan pelepasan emisi karbon raksasa, menjadikan Indonesia penyumbang emisi besar.
- Alih fungsi hutan untuk komoditas global meningkatkan konflik satwa endemik serta memperparah ancaman banjir dan longsor.
Penyebab utama kerusakan hutan di Indonesia adalah alih fungsi lahan secara besar-besaran. Hutan alam dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri (pulp dan kertas), hingga area pertambangan nikel dan batu bara.
Permintaan pasar global terhadap komoditas-komoditas inilah yang secara tidak langsung terus menekan keberadaan hutan alami kita.
5. Ancaman Nyata Banjir dan Longsor di Berbagai Wilayah
Fakta bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor semakin sering terjadi di Indonesia bukanlah kebetulan. Berkurangnya tutupan pohon di daerah hulu sungai membuat tanah kehilangan daya serap air.
Banyak wilayah yang sebelumnya aman dari banjir kini justru rutin terdampak bencana setiap musim hujan akibat hilangnya tutupan hutan di kawasan sekitarnya.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Cesar Meylan Ungkap Deja Vu Kanada di Timnas Indonesia: Garuda Bakal Terbang ke Piala Dunia
-
Setelah 9 Tahun, BTS Kembali Gelar Konser 2 Hari di Jakarta Desember 2026
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Resmi Diperkenalkan Erick Thohir, Ini Ambisi Besar John Herdman Bersama Timnas Indonesia
-
Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam