- Said Iqbal menuntut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengembalikan SK UMSK 2026 di 19 wilayah Jawa Barat.
- Said menuduh Gubernur Jabar memanipulasi opini publik menggunakan konten media sosial untuk kebijakan upah.
- Partai Buruh mendesak pengembalian kebijakan upah minimum sesuai rekomendasi bupati/wali kota setempat.
Suara.com - Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, melontarkan kritik pedas terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Di sela-sela aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Kamis (15/1/2026), Said meminta Gubernur Jabar berhenti memanipulasi opini publik melalui konten media sosial dalam menentukan kebijakan strategis, terutama soal upah.
Said mendesak Dedi Mulyadi untuk segera mengembalikan Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026 di 19 wilayah Jawa Barat.
Ia menilai langkah Gubernur Jabar yang mengubah atau menghilangkan UMSK telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 yang ditandatangani Presiden Prabowo.
"Gubernur Jawa Barat KDM itu melawan. Di situ dikatakan tidak boleh mengubah, menghilangkan, mengurangi daripada UMSK. UMSK itu enggak boleh. Tapi KDM diubah," ujar Said kepada wartawan di depan Gedung DPR RI.
Said menyoroti gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dinilainya terlalu mengandalkan pencitraan digital. Ia memperingatkan bahwa penggunaan media sosial untuk menutupi realitas kebijakan sangat berbahaya bagi kesejahteraan buruh dan rakyat.
"KDM pintar memanipulasi rakyat, memanipulasi buruh-buruh dengan menggunakan apa? Konten. Menggunakan apa? Media sosial. Dia gunakan media sosial, berbahaya sekali untuk kebijakan-kebijakan," tegasnya.
Ia mencontohkan beberapa persoalan di Jawa Barat yang menurutnya sengaja dikemas berbeda di media sosial.
"Coba lihat jalan di Sumedang. Jalan di Sumedang rusak, tapi melalui kontennya diklaim jalan di Provinsi Jawa Barat semua baik. BPJS Ketenagakerjaan itu enggak dibayar kok utangnya, tapi menggunakan konten seolah-olah tidak ada masalah," tambahnya.
Baca Juga: Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presiden Partai Buruh: Cuma Untungkan Bandar Politik!
Lebih lanjut, Said menyayangkan sikap Gubernur yang dianggap terlalu reaktif di media sosial, bahkan hingga meladeni kritik dari kalangan komika dengan konten balasan, alih-alih fokus pada substansi kebijakan.
"Hentikan dengan konten-konten media sosial, itu berbahaya. Jangan kebijakan dijawab dengan konten. Sekelas komika saja dijawab sama KDM itu, memalukan. Masa komika dijawab dengan konten?" katanya.
Sebagai tuntutan akhir, Partai Buruh meminta agar kebijakan upah di 19 kabupaten/kota di Jawa Barat dikembalikan sesuai dengan rekomendasi yang telah diajukan oleh para bupati dan wali kota masing-masing daerah.
"Kita minta kebijakan upah minimum UMSK di 19 kabupaten/kota dikembalikan ke SK yang sudah direkomendasikan oleh 19 bupati/wali kota dari kabupaten/kotanya masing-masing," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presiden Partai Buruh: Cuma Untungkan Bandar Politik!
-
Said Iqbal Desak UMP DKI 2026 Jadi Rp5,89 Juta: Kerja di Jakarta Itu Nombok
-
Buruh Kecewa, Agenda Audiensi di DPR Batal karena Anggota Dewan Sudah Pulang
-
Buruh Kembali Demo Besok: Dari Masalah Upah, Tolak Pilkada via DPRD Hingga Copot Wamenaker
-
Pasar Kerja Timpang, Belasan Juta Pekerja Dipaksa Terima Upah Murah
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT