- Menteri Agama mengajak umat Islam jadikan Isra Mikraj 1447 H sebagai momentum pertobatan ekologis peduli kelestarian alam.
- Kementerian Agama mengusung tema Pesan Ekoteologi dalam Isra Mikraj yang relevan dengan kondisi bencana alam saat ini.
- Menag menekankan peran manusia sebagai khalifah harus diwujudkan dalam tindakan nyata merawat bumi, bukan merusak.
Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah sebagai momentum pertobatan ekologis. Menurutnya, kesalehan beragama tidak cukup berhenti pada ritual, tetapi harus diwujudkan dalam kepedulian terhadap kelestarian alam.
Kementerian Agama mengusung tema Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj tahun ini.
Menag menilai pesan Isra Mikraj relevan dengan kondisi saat ini, ketika berbagai bencana alam melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menegaskan manusia memiliki peran sebagai khalifah di bumi yang bertugas menjaga, bukan merusak.
“Menjadi khalifah berarti menjaga amanah, bukan menguasai bumi secara serakah. Karena itu, Isra Mikraj layak menjadi momentum pertobatan ekologis. Berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi alam semesta,” ujar Nasaruddin saat beri sambutan dalam perayaan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal, Jakarta, keterangan Kemenang, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, Isra Mikraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual tidak berhenti pada pengalaman transendental, tetapi harus memberi dampak nyata di kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad SAW, kata dia, justru kembali ke bumi setelah mencapai Sidratul Muntaha untuk menebar rahmat bagi semesta.
“Spirit langit yang kita rayakan seharusnya menjelma menjadi aksi bumi. Salat yang khusyuk semestinya melahirkan sikap hemat air, cinta kebersihan, dan keengganan merusak alam,” katanya.
Menag mencontohkan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam berhemat air saat berwudu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Ia menyebut Masjid Istiqlal telah menerapkan prinsip ramah lingkungan hingga meraih sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai Green Mosque.
Pada kesempatan itu, Nasaruddin juga mengajak masyarakat mendoakan serta membantu korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah. Ia menyebut musibah tersebut sebagai ujian sekaligus peringatan agar manusia lebih menjaga keseimbangan alam.
Baca Juga: Menag Ingatkan Perbedaan Pandangan Agama Jangan Jadi Alat Adu Domba Umat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN
-
Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako
-
Pagi Dampingi Prabowo, Malam Dicopot: Nasib Tragis Dadan Hindayana di BGN
-
Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional
-
Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP