- Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang perbedaan mazhab dijadikan alat pemecah belah umat saat Rakerwil di Buton, Sultra.
- Beliau menekankan bahwa kemajemukan Indonesia adalah kekuatan jika persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.
- Komitmen keagamaan harus berfungsi menstabilkan, bukan memicu perpecahan demi menjaga keamanan dan kerukunan bangsa.
Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan agar perbedaan mazhab, pandangan keagamaan, hingga ritual ibadah tidak dijadikan alat untuk saling menyesatkan apalagi memecah belah umat.
Pesan tersebut disampaikan Menag saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 di Villa Nirwana Buton, Kota Baubau.
“Perbedaan mazhab, pandangan keagamaan, maupun ritual jangan sampai dijadikan alat untuk saling menyesatkan dan memecah belah,” ucap Nasaruddin dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
"Sejarah membuktikan Indonesia tidak pernah runtuh karena perbedaan, tetapi bisa hancur jika umatnya diadu domba," katanya menambahkan.
Menurut Menag, secara teologis umat beragama saat ini hidup di tengah dunia yang semakin terbuka, dengan beragam pendekatan dan pemikiran keagamaan yang berkembang pesat.
Situasi tersebut, kata dia, menuntut sikap bijaksana agar perbedaan tidak berubah menjadi sumber konflik.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling plural di dunia, dengan ribuan pulau, etnik, dan bahasa.
Kondisi kemajemukan itu, lanjutnya, bukan perkara mudah untuk dikelola, namun justru bisa menjadi kekuatan jika persatuan tetap dijaga.
“Inilah wajah Indonesia yang sangat majemuk. Tidak mudah dikelola, tetapi justru menjadi kekuatan jika mampu dijaga persatuan dan kesatuannya,” ujarnya.
Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun Menag: Bukan Ajang Euforia, Saatnya Perkuat Empati dan Spirit Kebangsaan
Karena itu, Nasaruddin menekankan bahwa komitmen keagamaan seharusnya berfungsi sebagai penyeimbang dan penstabil kehidupan berbangsa, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Keamanan, kerukunan, dan stabilitas adalah fondasi utama. Tanpa itu, sebesar apa pun kekayaan bangsa tidak akan berarti,” kata Menag.
Ia pun meminta jajaran Kementerian Agama di daerah untuk terus berperan aktif menjaga harmoni antarumat beragama, sekaligus memastikan perbedaan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merusak persatuan bangsa.
Berita Terkait
-
Anak-Anak Celine Evangelista dan Stefan William Belajar Ngaji di Masjid Nabawi
-
Menag Tinjau Pembangunan Tahap II Terowongan Silaturahmi, Tekankan Pesan Toleransi
-
Malam Tahun Baru Jakarta Jadi Wadah Doa Lintas Agama Bagi Korban Bencana Sumatera
-
Refleksi Akhir Tahun Menag: Bukan Ajang Euforia, Saatnya Perkuat Empati dan Spirit Kebangsaan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia
-
GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat
-
Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan
-
MK Tegaskan Kuota 30 Persen Perempuan Wajib! Parpol Melanggar Siap-siap Digugurkan dari Pemilu
-
Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!
-
Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?
-
Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan