News / Metropolitan
Minggu, 18 Januari 2026 | 13:35 WIB
Ratu Dinara Nafeeza Nurdin, siswi kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta, yang berhasil menyabet predikat peserta terbaik dalam program prestisius Vogue Winter Break
Baca 10 detik
  • Pelajar MAN 4 Jakarta, Ratu Dinara Nafeeza Nurdin, meraih predikat terbaik dalam program Vogue Winter Break di New York.
  • Dinara menyingkirkan sekitar 200 siswa dari 30 negara setelah menunjukkan kepemimpinan aktif dan gagasan cemerlang.
  • Prestasi ini diraih saat ia mengikuti program pertukaran pelajar bergengsi Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES).

Suara.com - Panggung internasional di New York, Amerika Serikat, menjadi saksi saat seorang pelajar madrasah asal Indonesia menorehkan prestasi gemilang. Adalah Ratu Dinara Nafeeza Nurdin, siswi kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta, yang berhasil menyabet predikat peserta terbaik dalam program prestisius Vogue Winter Break.

Tak tanggung-tanggung, Dinara sukses menyingkirkan sekitar 200 siswa SMA pilihan lainnya yang datang dari 30 negara berbeda. Pencapaian ini sontak menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan madrasah mampu bersaing dan bahkan unggul di kancah global.

Program yang diselenggarakan oleh Vogue College of Fashion ini bukanlah ajang sembarangan. Para peserta digembleng dengan pengenalan intensif mengenai seluk-beluk industri fashion dunia, mulai dari aspek bisnis, komunikasi strategis, hingga pengembangan ide-ide kreatif yang inovatif melalui serangkaian kelas, diskusi panel, dan proyek kolaboratif.

Hebatnya lagi, prestasi ini diraih Dinara saat ia juga tengah menjalani program pertukaran pelajar Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES).

Ia merupakan salah satu dari sedikit pelajar beruntung yang berhasil mendapatkan beasiswa penuh (full scholarship) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, sebuah program yang dikenal sangat kompetitif dan bergengsi.

Selama program Vogue Winter Break berlangsung, Dinara tidak hanya menjadi peserta pasif. Ia menunjukkan partisipasi yang sangat aktif, kualitas gagasan yang brilian, dan kemampuan kepemimpinan yang menonjol.

Puncaknya, ia terpilih secara aklamasi untuk menjadi pembicara tunggal yang mewakili seluruh peserta dari 30 negara pada acara penutupan program.

Di hadapan ratusan audiens internasional, Dinara menyampaikan pidato yang merefleksikan perjalanan para peserta sekaligus menyuarakan pentingnya keberanian untuk menemukan jati diri di tengah panggung global. Ia dengan cerdas menjembatani dua dunia yang kerap dianggap terpisah: sains dan fashion.

“I realized that fashion and science aren’t actually worlds apart. Science is the how, and fashion is the why. I don’t have to choose — I can be the bridge,” ujar Dinara dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah.

Baca Juga: Bahasa Inggris Naik Kelas Jadi Prestasi Akademik, Sertifikat Spelling Bee Bisa Jadi Tiket Beasiswa

Kutipan tersebut menunjukkan kedalaman pemikiran dan perspektif unik yang ia miliki, yang pada akhirnya menjadi salah satu faktor penentu kemenangannya.

Atas kualitas intelektual, kemampuan komunikasi yang memukau, serta kontribusi signifikannya selama program, panitia tanpa ragu menetapkan Dinara sebagai peserta terbaik.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena diraih oleh seorang pelajar madrasah yang secara bersamaan sedang mengemban amanah sebagai duta muda Indonesia melalui program beasiswa KL-YES.

Capaian luar biasa Ratu Dinara Nafeeza Nurdin ini menjadi angin segar dan sumber inspirasi tak ternilai bagi jutaan generasi muda di Tanah Air.

Kisahnya membuktikan bahwa latar belakang pendidikan, dalam hal ini dari madrasah, bukanlah halangan untuk bermimpi besar dan menaklukkan dunia.

Ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras, keberanian, dan pemikiran yang terbuka, pelajar Indonesia mampu berdiri setara dan bahkan melampaui rekan-rekannya dari berbagai belahan dunia.

Load More