- Presiden Macron berdiplomasi dengan PM Netanyahu mendesak penahanan diri terkait rencana invasi darat ke Lebanon.
- Prancis berkomitmen memperkuat militer Lebanon dan menyiapkan bantuan darurat bagi warga sipil terdampak krisis.
- Diplomasi Macron menindaklanjuti permintaan Presiden Lebanon terkait pengaruh internasional untuk menghentikan pergerakan pasukan Israel.
Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron bergerak cepat melakukan diplomasi tingkat tinggi demi meredam gejolak di Timur Tengah.
Dalam pembicaraan telepon terbaru, Macron mendesak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menahan diri dan tidak melancarkan invasi darat ke Lebanon.
Langkah ini diambil Macron sebagai upaya menjaga kedaulatan Lebanon di tengah meningkatnya tensi militer.
“Saya mendesak Perdana Menteri Israel untuk menjaga integritas wilayah Lebanon dan menahan diri dari serangan darat. Penting bagi para pihak untuk kembali pada perjanjian gencatan senjata,” tegas Macron melalui platform X, Rabu (4/3/2026).
Tak sekadar melayangkan desakan, Macron menyatakan komitmen Prancis untuk memperkuat militer Lebanon guna menghadapi ancaman Hizbullah.
Selain itu, Paris juga tengah menyiapkan bantuan darurat bagi warga sipil di Lebanon selatan yang terpaksa mengungsi akibat krisis kemanusiaan yang memburuk.
Guna memastikan stabilitas kawasan, Macron juga menjalin komunikasi intensif dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam.
Diplomasi ini merupakan tindak lanjut dari permintaan langsung Presiden Aoun pada Selasa (3/3), yang meminta Prancis menggunakan pengaruh internasionalnya untuk menghentikan pergerakan pasukan Israel di perbatasan selatan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga telah menegaskan posisi tegas Paris.
Baca Juga: Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
Ia menyatakan Prancis siap membela mitra-mitranya di Timur Tengah jika situasi mendesak dan bantuan diminta secara resmi.
Berita Terkait
-
Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran
-
Israel Perluas Cengkeraman di Lebanon Pasca Serangan Balas Dendam Hezbollah
-
Di Mana Netanyahu saat Perang Israel vs Iran? Wing of Zion di Berlin, Keberadaannya Dipertanyakan
-
Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus: Desa Berperan Penting Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
-
Heboh Isu SDN di Ende Digusur Jadi Kopdes, Jenderal Maruli: Gak Normal kalau Membubarkan Sekolah
-
Dilema Driver Ojol Pilih Mesin Motor Awet atau Kantong Jebol karena Harga Pertamax Naik
-
Percepat Normalisasi Sungai, Satgas PRR Buka Peluang Kerja Sama dengan Pihak Ketiga
-
Namanya Muncul dalam Kasus Korupsi BGN, Wakil Ketua KPK: Saya Tak Bisnis Dapur
-
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
-
Ekonom Sentil Negara Sibuk Biayai Program Besar, Daya Beli Rakyat Dibiarkan Ambruk
-
Hakim Militer Perintahkan Video dan Tumbler Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
-
Butuh Rp667 T Tapi Hanya Dipatok Rp139 T, Menhan Usulkan Tambahan Anggaran Rp195 T ke DPR untuk 2027
-
Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi