- Anggota Komisi II DPR RI, Indrajaya, dukung Presiden Prabowo tidak potong TKD Aceh, Sumbar, dan Sumut.
- Kebijakan ini diambil pada Sabtu (17/1/2026) untuk mempercepat penanganan pascabencana di tiga provinsi tersebut.
- Indrajaya menekankan pentingnya pengawasan ketat agar dana pemulihan tidak terjadi penyalahgunaan di daerah.
Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Indrajaya, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan untuk tidak melakukan pemotongan anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 bagi Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis dalam mempercepat penanganan pascabencana di wilayah-wilayah tersebut.
Ia menilai keputusan Prabowo tersebut merupakan wujud nyata keberpihakan negara terhadap daerah yang tengah berada dalam situasi darurat.
Dengan terjaganya alokasi TKD, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk melakukan langkah-langkah pemulihan secara maksimal.
"Kami mendukung penuh langkah Presiden Prabowo yang tidak memotong TKD untuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ini keputusan yang tepat agar penanganan pascabencana bisa dilakukan secara cepat, efektif, dan tidak terhambat persoalan anggaran,” ujar Indrajaya kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Politisi asal Dapil Papua Selatan ini menekankan bahwa ketersediaan anggaran yang stabil menjadi kunci utama dalam proses rehabilitasi, mulai dari perbaikan infrastruktur yang rusak, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas bencana
Kendati mendukung kebijakan tersebut, Indrajaya juga memberikan catatan kritis terkait aspek pengawasan.
Ia mengingatkan pemerintah daerah dan instansi terkait agar mengelola dana tersebut dengan transparansi tinggi guna menghindari penyalahgunaan.
“Saya meminta agar penggunaan anggaran dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan pengawasan yang ketat, sehingga tidak terjadi penyelewengan di tingkat bawah. Dana ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat korban bencana,” tegasnya.
Baca Juga: 5 Gerak Cepat Sufmi Dasco Ahmad untuk Percepatan Pemulihan Aceh
Lebih lanjut, ia berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat pengawasan.
Tujuannya agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar tepat sasaran dan mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat di daerah terdampak.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan bahwa TKD untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dipastikan tidak dipotong dan dikembalikan setara dengan nilai TKD 2025 setelah efisiensi.
Keputusan tersebut merupakan hasil usulan yang disetujui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto setelah menggelar rapat bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, pada Sabtu (17/1/2026) sore.
Berita Terkait
-
PLN Terus Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Telah Kembali Menyala
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss, Akan Bertemu Raja Charles III dan Hadiri WEF
-
Mendagri: Pemerintah Kembalikan TKD Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
-
Dua Bulan Pascabanjir, Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Mulai Pulih Bertahap
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim
-
Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon
-
Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500