- Presiden Prabowo memerintahkan gerak cepat penanganan darurat dan penguatan mitigasi bencana banjir di Jawa pada Sabtu (17/1).
- Fokus utama arahan presiden adalah keselamatan warga, penanganan korban, dan perbaikan infrastruktur vital yang rusak parah.
- Mendagri ditugaskan memetakan zona rawan banjir untuk merumuskan strategi antisipasi dan mitigasi bencana yang lebih efektif.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak dengan kecepatan penuh dalam menangani dampak bencana banjir yang mengepung sejumlah daerah strategis di Pulau Jawa.
Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Prabowo juga menekan pentingnya penguatan langkah mitigasi di seluruh wilayah yang teridentifikasi rawan bencana.
Perintah tersebut dikeluarkan setelah Presiden menerima laporan komprehensif mengenai situasi terkini, termasuk banjir, tanah longsor, hingga genangan air parah di berbagai wilayah seperti Kabupaten Pati, Kudus, dan Jakarta Utara. Laporan ini dibahas dalam rapat terbatas yang digelar di tengah puncak curah hujan tinggi pada Sabtu (17/1).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi arahan langsung dari Presiden tersebut. Menurutnya, prioritas utama yang ditekankan Prabowo adalah keselamatan warga dan penanganan korban secepat mungkin.
"Di situ juga kemudian Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kita untuk seluruh jajaran untuk sekali lagi pertama-tama tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian," kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026).
Laporan yang diterima Presiden juga merinci adanya sejumlah infrastruktur vital yang rusak, termasuk tanggul yang jebol di beberapa lokasi krusial, yang memperparah kondisi banjir dan memperluas area terdampak.
Menindaklanjuti situasi ini, Presiden Prabowo secara spesifik menugaskan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk segera melakukan pemetaan dan identifikasi menyeluruh terhadap titik-titik wilayah serta zona yang memiliki potensi tinggi mengalami banjir, rob, maupun genangan akibat anomali cuaca dan curah hujan ekstrem.
Langkah identifikasi ini bukan sekadar untuk pendataan, melainkan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam merumuskan strategi antisipasi dan mitigasi bencana yang lebih efektif.
Tujuannya jelas, yakni untuk meminimalisir dampak dan kerugian, baik materiel maupun korban jiwa, pada kejadian serupa di masa mendatang.
Baca Juga: Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki
"Nah ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama, menjadi tugas kami pemerintah untuk bagaimana secepatnya juga memikirkan, mengantisipasi, memitigasi supaya hal-hal seperti ini di kemudian hari dapat dikurangi efeknya," ucap Prasetyo sebagaimana dilansir Antara.
Berdasarkan data yang dihimpun, hujan berintensitas tinggi telah memicu banjir di berbagai titik di Pulau Jawa, antara lain di Lamongan, Pekalongan, Batang, Kudus, Demak, Pati, Jepara, Karawang, Bekasi, hingga pesisir Jakarta Utara.
Di tengah kondisi banjir yang masih berlangsung, Prasetyo juga mengisyaratkan kemungkinan Presiden Prabowo akan meninjau langsung lokasi-lokasi yang terdampak paling parah untuk memastikan penanganan berjalan optimal di lapangan.
"Nanti kita rencanakan," ujarnya singkat.
Berita Terkait
-
Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki
-
Pulihkan Konektivitas Aceh, Pemerintah Tangani Permanen 6 Jembatan dan 28 Titik Longsor
-
Kudus Dikepung Banjir
-
Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini 6 Fakta Partai Baru Gema Bangsa
-
5 Rekomendasi SUV Bekas Ground Clearance Tinggi Rp90 Jutaan, Libas Banjir Tanpa Was-Was
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL