Foto / News
Senin, 19 Januari 2026 | 18:25 WIB
Warga menggunakan perahu bermesin untuk menyeberangi akses jalan darat yang terendam banjir di Desa Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa]
Warga menggunakan rakit untuk menyeberangi akses jalan yang terendam banjir di Desa Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa]
Foto udara Terminal Induk Bus Antar Kota Jati Kudus yang terendam banjir di Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa]
Warga berdiri di depan Terminal Induk Bus Antar Kota Jati Kudus yang terendam banjir di Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa]
Suasana Terminal Induk Bus Antar Kota Jati Kudus yang terendam banjir di Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa]
Foto udara area persawahan yang terendam banjir di Dusun Ngelo, Desa Karangrowo, Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa]
Foto udara permukiman penduduk dan sawah terendam banjir di Desa Jetiskapuan, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa]

Suara.com - Warga menggunakan perahu bermesin untuk menyeberangi akses jalan darat yang terendam banjir di Desa Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026). Wilayah Kudus masih dikepung banjir hingga hari ini.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat banjir akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (9/1/2026) itu telah merendam sebanyak 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah di 64 desa serta menyebabkan 43.479 jiwa dari 14.791 kepala keluarga terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

Warga setempat terpaksa menggunakan rakit dan perahu bermesin untuk menunjang mobilitas sehari-hari di tengah banjir hidrometeorologi yang merendam permukiman dan melumpuhkan akses transportasi darat. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa]

Load More