News / Nasional
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:55 WIB
Tim SAR Gabungan memeriksa serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). [Antara/Muchtamir/Lmo/tom]
Baca 10 detik
  • Dua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.
  • Evakuasi dilakukan melalui jalur darat karena cuaca buruk dan medan ekstrem.
  • Penyebab kecelakaan masih dalam investigasi KNKT, ELT pesawat diduga mati.

Suara.com - Personel TNI AD yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Keduanya ditemukan di bagian badan dan ekor pesawat pada Senin (19/1/2026).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan teknik mountaineering.

"Evakuasi dilakukan melalui jalur darat mengingat keterbatasan akses udara akibat angin kencang dan kabut tebal di kawasan puncak Bulusaraung," kata Donny saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, meskipun dihadapkan pada medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi, operasi evakuasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

KNKT Mulai Investigasi

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.17 WITA di sekitar wilayah Kabupaten Maros.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah turun tangan untuk melakukan investigasi. Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab jatuhnya pesawat.

Menurut Soerjanto, proses investigasi awal terkendala karena emergency locator transmitter (ELT) pesawat diduga mati. Saat ini, fokus utama masih pada pencarian lokasi jatuhnya pesawat dan evakuasi korban. (Antara)

Baca Juga: Titik Terang! Pergerakan Smartwatch Terdeteksi di iPhone Co Pilot, Keluarga: Ada Harapan Hidup

Load More