- TNGGP mewajibkan pendaki memakai gelang RFID sebagai inovasi keamanan pasca evaluasi penutupan jalur sejak akhir 2025.
- Gelang RFID berfungsi pelacak pergerakan pendaki secara *real-time* guna mengoptimalkan kecepatan operasi SAR saat darurat.
- Sistem wajib ini diterapkan awal di Jalur Cibodas dan Gunung Putri untuk memantau dan menekan pendaki ilegal.
Mekanisme kerja teknologi ini memungkinkan setiap pergerakan pendaki terekam secara sistematis, saat mereka melintasi jangkauan sensor di titik-titik tersebut, gelang RFID akan mengirimkan sinyal data lokasi yang akurat secara real-time.
Informasi inilah yang kemudian menjadi rujukan utama bagi tim pemantau di setiap pos pendakian untuk melakukan koordinasi lapangan yang lebih responsif, sekaligus memastikan bahwa setiap pendaki tetap berada dalam jalur aman dan sesuai dengan linimasa pendakian yang telah didaftarkan."
4. Wajib Dipakai Selama Pendakian
Mengenai prosedur teknis di lapangan, setiap pendaki akan menerima gelang RFID tersebut secara langsung saat melakukan proses registrasi atau verifikasi di pintu masuk resmi. Perangkat pelacak ini dirancang khusus menggunakan material karet sintetis yang elastis dan memiliki fitur waterproof (tahan air), sehingga tetap berfungsi optimal meskipun terpapar cuaca ekstrem, hujan, maupun kelembapan tinggi di gunung.
Selama aktivitas pendakian berlangsung, perangkat ini bersifat wajib untuk dikenakan pada pergelangan tangan tanpa boleh dilepas sebagai instrumen pengawasan.
Setelah menyelesaikan pendakian, para pendaki diwajibkan menyerahkan kembali gelang tersebut kepada petugas di pos pendataan turun atau saat proses checkout sebagai tanda bukti sah bahwa pendaki telah keluar kawasan dengan selamat.
5. Upaya Menekan Pendaki Ilegal
Implementasi sistem digital berbasis RFID ini secara signifikan akan merevolusi efisiensi kerja petugas lapangan dalam melakukan verifikasi identitas serta izin resmi para pendaki secara instan.
Melalui sinkronisasi data yang terintegrasi, proses validasi tidak lagi memerlukan pemeriksaan manual yang memakan waktu lama, sehingga potensi antrean di pos penjagaan dapat diminimalisir.
Baca Juga: Ingin Coba Mendaki? Inilah Daftar 10 Gunung di Indonesia Paling Ramah Pemula
Lebih jauh lagi, kehadiran teknologi ini berfungsi sebagai filter keamanan yang ketat, pendaki yang kedapatan tidak mengenakan gelang atau yang datanya tidak terekam dalam pangkalan data resmi akan langsung teridentifikasi sebagai pendaki ilegal.
Dengan sistem pengawasan yang lebih sistematis dan terukur ini, pihak Balai Besar TNGGP dapat memperketat proteksi kawasan konservasi dan menekan celah masuknya pengunjung tanpa izin yang sering kali mengabaikan aturan keselamatan dan kelestarian lingkungan.
6. Bagian Dari Pembenahan
Kebijakan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Kementerian Kehutanan dengan pihak Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Inovasi ini adalah bagian dari langkah serius perbaikan sistem pengamanan setelah jalur pendakian ditutup sementara sejak 13 Oktober 2025 untuk pembersihan sampah dan perbaikan jalur.
Penerapan sistem ini menjadi bagian dari peningkatan layanan keselamatan selama masa penutupan jalur pendakian, sekaligus langkah persiapan untuk pembukaan kembali yang lebih aman bagi wisatawan pendaki.
Dengan sistem pengamanan baru ini, Gunung Gede diharapkan menjadi destinasi yang lebih aman tanpa mengorbankan pengalaman petualangan para pendaki.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Menikmati Keindahan Gunung Buthak, si Cantik yang Dijuluki Miniatur Argopuro
-
6 Rekomendasi Tas untuk Tektok Gunung, Merek Lokal Mulai Rp100 Ribuan
-
10 Tips Pendakian Gunung yang Aman: Panduan Lengkap bagi Pendaki
-
Ingin Coba Mendaki? Inilah Daftar 10 Gunung di Indonesia Paling Ramah Pemula
-
Semeru 'Batuk' Keras, Detik-detik Basarnas Kawal 187 Pendaki Turun dari Zona Bahaya
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?
-
Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru, Dilantik Sore Ini
-
9 Jam Tangan Pintar Anti Air untuk Aktivitas Outdoor yang Murah, Mulai Rp200 Ribuan
-
Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026
-
25 Link Poster Ucapan Hari Anak Nasional 2026, Desain Menarik untuk Dibagikan ke Medsos
-
DJP Bisa Intip Rekening Warga, Purbaya: Coretax Lebih Mengerikan
-
Nanik S Deyang Mundur, Puan Maharani Buka Suara Soal Isu Sudaryono Jadi Bos Baru BGN
-
Cuti dan Privasi Karyawan: Sejauh Mana Perusahaan Berhak Bertanya?
-
PBNU Punya Jaringan Luas, Menkeu Purbaya Sebut Siap Dukung Proyek Inisiasi NU