- Polri meresmikan Direktorat PPA dan PPO pada 11 Polda serta 22 Polres untuk memperkuat penegakan hukum kasus kekerasan.
- Pembentukan direktorat ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang bertujuan menciptakan sistem perlindungan korban lebih responsif.
- Menteri PPPA menyoroti pentingnya kepekaan deteksi dini kekerasan seperti *child grooming* yang sering terabaikan.
Suara.com - Kepolisian Republik Indonesia meresmikan Direktorat Reserse dan Satuan Reserse Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) di 11 Polda dan 22 Polres. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret Polri dalam memperkuat penegakan hukum di tengah kompleksitas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyebut pembentukan direktorat tersebut sebagai bentuk komitmen negara dalam membangun sistem perlindungan yang lebih kuat dan responsif terhadap korban.
Pernyataan itu disampaikan Arifah saat pertemuan dengan para Direktur dan Kepala Satuan Reserse PPA-PPO yang baru dilantik, bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini serta Wakil Menteri PPPA Veronica Tan di Bareskrim Polri, Jakarta.
Menurut Arifah, pembentukan Direktorat PPA dan PPO bukan proses instan, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor yang panjang antara Kementerian PPPA, Kementerian PANRB, dan Polri.
“Upaya pembentukan direktorat ini telah melalui perjuangan yang cukup panjang. Sejak awal kami menyampaikan kepada Bapak Kapolri bahwa kehadiran DIT PPA & PPO di tingkat Polda dan Polres sangat penting untuk memastikan penanganan kasus perempuan dan anak dilakukan secara lebih komprehensif dan berperspektif korban,” ujar Arifah dalam pernyataannya, Kamis (22/1/2026).
Ia juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap target peningkatan jumlah polisi perempuan hingga mencapai 30 persen.
Dalam kesempatan itu, Arifah turut menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dipicu oleh beragam faktor, mulai dari tekanan ekonomi, pola pengasuhan keluarga, hingga pengaruh media sosial dan lingkungan sekitar.
Salah satu bentuk kekerasan yang kini menjadi perhatian serius, menurut Arifah, adalah praktik child grooming yang kerap luput dari kesadaran publik.
“Child grooming merupakan bentuk kekerasan terhadap anak yang tidak terlihat. Anak belum memiliki kemampuan untuk mengenali bahwa dirinya sedang mengalami kekerasan karena pelaku memanipulasi psikologis dan membangun ketergantungan emosional,” jelasnya.
Baca Juga: Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu
Karena itu, ia menekankan pentingnya kepekaan seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum, dalam mendeteksi dan mencegah kekerasan sejak dini.
Adapun daftar lengkap 11 Polda dan 22 Polres yang dikukuhkan Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA & PPO, antara lain:
- Polda Metro Jaya
- Polres Metro Jakarta Barat
- Polres Metro Jakarta Timur
- Polres Metro Jakarta Utara
- Polres Metro Jakarta Pusat
- Polres Metro Bekasi Kota - Polda Jawa Timur
- Polrestabes Surabaya
- Polresta Sidoarjo
- Polres Malang
- Polres Probolinggo Kota
- Polres Batu - Polda Sumatera Selatan
- Polres Lahat
- Polres Ogan Komering Ulu
- Polres Musi Rawas Utara
- Polres Ogan Ilir - Polda Jawa Barat
- Polres Karawang
- Polres Bogor - Polda Jawa Tengah
- Polrestabes Semarang
- Polresta Banyumas
- Polresta Surakarta
- Polresta Cilacap
- Polres Magelang Kota - Polda Sumatera Utara
- Polres Tanah Karo - Polda Sulawesi Selatan
- Polda Kalimantan Barat
- Polda Nusa Tenggara Barat
- Polda Nusa Tenggara Timur
- Polda Sulawesi Utara
Berita Terkait
-
Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Boni Hargens: Rekrut Atlet SEA Games Bukti Komitmen Moral Kapolri Listyo Sigit
-
Ketika Perhatian Menjadi Senjata: Membaca Ulang Ancaman Child Grooming
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum