- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memulai rekrutmen atlet SEA Games untuk pengembangan SDM Polri yang profesional.
- Sebanyak 101 atlet SEA Games antusias bergabung, membawa nilai disiplin dan ketahanan mental yang dibutuhkan institusi.
- Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis penguatan kapasitas institusional dan peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri.
Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui kebijakan rekrutmen atlet SEA Games.
Langkah ini dianggap sebagai wujud komitmen moral dan visi transformatif dalam membangun institusi kepolisian yang lebih profesional, modern, dan dipercaya publik.
Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari para atlet nasional. Tercatat, sebanyak 101 atlet SEA Games menyatakan antusiasme dan minat untuk bergabung dengan Polri.
Antusiasme ini mencerminkan tingginya kepercayaan atlet terhadap institusi kepolisian sebagai wadah pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus membuka jalur karier alternatif pasca prestasi olahraga.
Para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat regional dinilai membawa nilai-nilai strategis yang sejalan dengan tugas kepolisian, seperti disiplin tinggi, ketahanan mental, sportivitas, serta semangat juang yang teruji dalam tekanan kompetisi internasional.
Analis politik sekaligus mantan Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) ANTARA, Boni Hargens, menilai kebijakan Kapolri tersebut bukan sekadar program rekrutmen biasa.
Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen moral yang kuat dalam membangun Polri yang lebih berintegritas dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia.
“Ini bukan hanya soal penerimaan anggota baru, tetapi soal keseriusan Polri merekrut individu-individu dengan dedikasi, prestasi, dan integritas yang telah teruji,” ujar Boni.
Ia menambahkan, implementasi rekrutmen atlet SEA Games menunjukkan kesungguhan aksional Polri dalam menerjemahkan visi menjadi tindakan nyata.
Baca Juga: Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong
Dengan membuka ruang bagi atlet berprestasi, Polri dinilai semakin fleksibel dan inovatif dalam mengelola sumber daya manusia, sekaligus mengakui bahwa talenta terbaik bangsa dapat berasal dari berbagai latar belakang.
Boni juga menegaskan bahwa strategi ini merupakan langkah cerdas dalam menghimpun talenta muda potensial.
Atlet SEA Games telah terbukti mampu bekerja dalam tim, menghadapi tekanan tinggi, serta mencapai target yang menantang—kualitas yang sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian modern yang semakin kompleks dan dinamis.
Pendekatan holistik tersebut diyakini mampu memberikan sejumlah dampak positif, mulai dari penguatan kapasitas institusional Polri melalui kehadiran SDM bermental juara, hingga peningkatan kualitas penegakan hukum yang lebih profesional dan akuntabel.
Selain itu, kehadiran atlet nasional yang dikenal publik di tubuh Polri berpotensi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Langkah ini juga dinilai mencerminkan upaya modernisasi Polri sebagai institusi yang terbuka terhadap perubahan dan adaptif terhadap tuntutan zaman.
Berita Terkait
-
Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong
-
SIPSS Polri 2026: Jadwal, Syarat, Link Pendaftaran dan Daftar Jurusan
-
Pembenahan Mendesak, Menanti Komitmen Tim Reformasi Polri
-
Mahfud MD Sebut Kapolri Akui Rekrutmen Polri Ada Titipan: Dibuat Kuota Khusus untuk Masukkan Orang
-
Polri Tegaskan Patuh KUHAP Baru, Bakal Stop Tampilkan Tersangka?
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
UBL Dukung Atlet Berprestasi Lewat Beasiswa, Ada Penggawa Timnas Futsal Indonesia
-
Satria Muda Menang Besar di Bandung Arena, Djordje Jovicic Soroti Kunci Kemenangan
-
Lolos 16 Besar All England 2026, Rian Ardianto Kasih Petuah ke Rahmat Hidayat
-
Marc Marquez Masuk Nominasi Laureus World Sportsman of the Year 2026, Bersaing dengan Alcaraz
-
Daftar Atlet Pelatnas Panjat Tebing 2026, Ada Veddriq Leonardo hingga Rajiah Salsabillah
-
Daftar Lengkap Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026, Persiapan Menuju Asian Games 2026
-
All England 2026: Tanpa Beban, Tiwi/Fadia Tembus Babak Kedua
-
All England 2026: Jonatan Christie Soroti Shuttlecock yang Lumayan Berat
-
All England 2026: Singkat Wakil India, Alwi Farhan Tunjukkan Status Unggulan Bukan Jaminan
-
Searah Menpora Erick, Taufik Hidayat Tegas: Pelecehan Seksual Rusak Integritas Olahraga