- Lapak-lapak jasa reparasi sepatu dan pakaian di Jalan Dr. Sardjito, Yogyakarta, telah dibongkar untuk mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
- Relokasi para penyedia jasa tersebut dipindahkan ke lokasi baru di Pasar Terban, meskipun tidak semua pedagang memilih untuk pindah ke sana.
- Para pedagang di lokasi baru Pasar Terban menghadapi kecemasan mengenai visibilitas pelanggan dan kesesuaian desain kios untuk usaha mereka.
Ian Adam, alumni UGM lainnya yang kerap menggunakan jasa permak jins di sana, mengakui bahwa lokasi tersebut seringkali memicu kemacetan. Mengingat tidak ada tempat parkir kendaraan khusus.
Sehingga pelanggan yang datang langsung memarkirkan kendaraan hingga memakan badan jalan.
Di satu sisi, ia pun menyambut baik relokasi ini demi ketertiban. Meski tak dipungkiri pada masanya, puluhan lapak itu memudahkan hari-hari saat dibutuhkan.
"Bukan tempat parkir juga kan itu, deket lampu merah juga dan biar lebih terkoordinir lebih rapi juga sih kalau dipindah ke pasar terban," ucap Ian.
Senada dengan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memang berencana mengembalikan fungsi area tersebut bagi pejalan kaki.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Ia menegaskan bahwa memang visi penataan kota yang lebih humanis di kawasan tersebut.
"Saya bikin pedestrian dan taman. Nanti kita bongkar semua rumah (lapaknya) penjahit permak jin," ujar Hasto.
Kecemasan di Lapak Baru
Kini, kehidupan baru bagi para penyedia jasa itu dimulai di Pasar Terban. Namun, perpindahan ini tidak serta-merta berjalan mulus.
Baca Juga: Gen Z, Homeless Media, dan Kesadaran akan Kebenaran Informasi
Pariman (56), salah satu penyedia jasa yang sudah puluhan tahun mangkal di sana mengungkapkan kekhawatirannya akan kehilangan pelanggan.
Berbeda dengan lokasi lama yang berada tepat di pinggir jalan raya dan mudah terlihat. Lokasi baru di dalam pasar membuat akses visual menjadi terbatas, padahal pelanggannya dulu banyak yang berasal dari luar kota.
Hal itu juga yang membuat belum semua dari 74 kios yang ada pindah lapak ke Pasar Terban. Saat ini baru sebagian kecil yakni sekitar 25 persen saja yang mulai beroperasi kembali.
"Kalau di sana kan pinggir jalan tapi kalau pindah ke sini kan lewat belum tentu tahu," ujar Pariman ditemui di Pasar Terban.
Pariman berharap pemerintah tidak lepas tangan begitu saja setelah relokasi. Ia sangat menggantungkan harapan pada bantuan promosi agar keberadaan mereka di lokasi baru segera diketahui masyarakat luas.
"Bisa menunjang cepat jalannya iklan ya itu harapannya nanti di iklankan kemana-kemana, terus ramai lagi," ujarnya.
Berita Terkait
-
3 Pekan Menepi, Bek Asal Jepang Segera Kembali Perkuat PSIM Yogyakarta
-
Unggahan Terakhir Pramugari Florencia Lolita Sebelum Tragedi Tuai Sorotan Publik
-
Gen Z, Homeless Media, dan Kesadaran akan Kebenaran Informasi
-
Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon