- BPBD DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merespons peringatan dini BMKG.
- Perpanjangan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem hujan sangat lebat di Jabodetabek.
- BPBD masih menunggu arahan Gubernur terkait kelanjutan OMC hingga tanggal 27 Januari 2026.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta resmi memperpanjang masa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek pada Jumat (23/1/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah mencermati Peringatan Dini Cuaca Ekstrem yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk hari berikutnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya merencanakan pemberlakuan modifikasi cuaca hingga Kamis (22/1/2026).
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi keberlanjutan operasi tersebut sebagai respons atas ancaman bencana hidrometeorologi yang kian nyata.
"Iya. Kami terus pantau prediksi BMKG, bila perlu sampai dengan tanggal 27 Januari," ujar Isnawa dalam keterangan tertulis kepada Suara.com.
Selanjutnya, BPBD DKI Jakarta masih menunggu arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menentukan apakah OMC akan terus dilanjutkan.
Berdasarkan data terbaru BMKG terkait prakiraan cuaca, hampir seluruh wilayah DKI Jakarta dan Tangerang kini berstatus ‘Awas’.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem berpotensi mengguyur kawasan tersebut.
Selain ancaman hujan ekstrem, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga: Daftar Titik Banjir Jakarta Hari Ini: Waspada, Air Setinggi 90 Cm Genangi Jakbar-Jaksel
Langkah mitigasi melalui OMC ini diharapkan mampu memecah awan hujan sebelum memasuki wilayah padat penduduk guna meminimalkan risiko banjir.
BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh warga untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah agar terhindar dari potensi bahaya.
Personel gabungan juga telah disiagakan di sejumlah titik rawan untuk memantau kenaikan debit air serta potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Berita Terkait
-
Daftar Titik Banjir Jakarta Hari Ini: Waspada, Air Setinggi 90 Cm Genangi Jakbar-Jaksel
-
Peringatan Dini BMKG: Jabodetabek Siaga Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang pada Jumat Besok
-
Jakarta 'Diteror' Hujan, Pemprov DKI Terapkan Dua Kali Modifikasi Cuaca
-
8 Ruas Jalan Jakarta Tergenang Imbas Hujan Deras Pagi Ini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Teori Konspirasi Misteri Kematian dan Hilangnya Ilmuwan Riset Sensitif di AS
-
Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil
-
AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer
-
Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!
-
Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang
-
PN Jakpus Bereaksi Usai Hakim Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T Dilaporkan Tim Nadiem Makarim
-
Mencekam! Saksi Ungkap Detik-detik 2 PRT Terkapar di Benhil: Bawa Tas Pakaian dan Sabun Mandi
-
Media Arab Bongkar Tentara Israel Menjarah Rumah-rumah di Lebanon dalam Skala Besar
-
KPK Klaim Punya Wewenang untuk Usulkan Batasan Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik
-
Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI: Bahas Strategi Pertahanan dan Izin Lintas Udara