- Fraksi PSI DPRD DKI mendesak Pemprov memperkuat regulasi demi melindungi perempuan dan anak dari kekerasan.
- Data SIMFONI PPA 2025 mencatat 35.025 korban kekerasan, mayoritas terjadi dalam lingkungan rumah tangga.
- PSI berharap Ranperda perlindungan kelompok rentan efektif menekan kriminalitas domestik secara signifikan di Jakarta.
Suara.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mendesak pemerintah provinsi untuk memperkuat regulasi perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
Desakan ini muncul sebagai respons atas terus meningkatnya angka kekerasan yang menyasar kelompok tersebut di wilayah ibu kota.
“Kami melihat perlunya perhatian khusus,” ujar Bun Joi Phiaw, wakil ketua Fraksi PSI, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Fraksi PSI menaruh harapan besar agar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait tidak hanya menjadi seremoni administratif belaka.
Kebijakan yang dihasilkan nanti harus mampu memiliki taji untuk menekan angka kriminalitas di lingkup domestik secara signifikan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) tahun 2025, tercatat sebanyak 35.025 perempuan dan anak telah menjadi korban kekerasan.
Fakta yang lebih memprihatinkan menunjukkan bahwa sebanyak 20.573 kasus di antaranya justru terjadi di dalam lingkungan rumah tangga atau keluarga.
Tingginya angka tersebut memicu urgensi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk segera merumuskan regulasi yang lebih taktis dan solutif.
”Fraksi PSI berharap pemerintah dapat memberikan solusi dan menekan angka kekerasan yang terjadi di lingkup keluarga,” pinta Bun.
Baca Juga: Pendaftar Ganda Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal Langsung Dicoret, Ini Syarat Lengkapnya
Langkah penguatan aturan ini dipandang sangat krusial demi menjamin keamanan serta ruang hidup yang layak bagi warga di lingkungan privat mereka.
Perlindungan terhadap kelompok rentan kini menjadi salah satu prioritas yang terus dikawal oleh legislatif agar segera diimplementasikan oleh pemerintah daerah.
Berita Terkait
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Pemprov DKI Jamin Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK
-
Pendaftar Ganda Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Bakal Langsung Dicoret, Ini Syarat Lengkapnya
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Uji Publik Batas Nikotin dan Tar Digelar, Pemerintah Klaim Dengarkan Kekhawatiran Industri Tembakau
-
Iran Ancam Balik Militer AS yang Berencana Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz: Kami Tunggu!
-
10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana
-
Geger! Trump Siapkan Langkah Ekstrem Lenyapkan Pemimpin Baru Iran Jika Tak Turuti AS
-
Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?
-
Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah
-
Viral Video Menteri Jepang Lari-lari Telat Rapat Kabinet, Lalu Minta Maaf ke Publik
-
Bocoran Intelijen Amerika Serikat: AS Gagal, Rezim Iran Mustahil Tumbang
-
Disebut Blunder Diplomatik, PB Formula Minta Indonesia Keluar dari BoP
-
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak