- BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem berpotensi hujan sangat lebat di Jabodetabek mulai Jumat, 23 Januari 2026.
- DKI Jakarta dan Tangerang berstatus 'Awas', sementara Bekasi, Bogor, dan Depok berstatus 'Siaga' ancaman hujan lebat.
- Peringatan juga mencakup potensi angin kencang di seluruh wilayah Jakarta, Tangerang Raya, hingga Kepulauan Seribu.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi akan menerjang wilayah Jabodetabek pada Jumat, 23 Januari 2026 besok.
Berdasarkan data terbaru, Kamis (22/1/2026) hampir seluruh wilayah DKI Jakarta dan Tangerang kini menyandang status 'Awas' akibat potensi guyuran hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem.
Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, serta lima wilayah administratif Jakarta diprediksi akan menjadi titik utama konsentrasi curah hujan harian tertinggi.
Sementara itu, wilayah penyangga lainnya seperti Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, hingga Kota Depok berada dalam level 'Siaga' terhadap ancaman hujan sangat lebat.
Kondisi berbeda terlihat di wilayah Kepulauan Seribu yang ditetapkan dalam status 'Waspada' dengan prakiraan hujan intensitas sedang hingga lebat.
Selain ancaman air yang mengguyur dari langit, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi amuk angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Peringatan dini angin kencang ini mencakup wilayah Tangerang Raya, seluruh area Jakarta, hingga merambah ke Kepulauan Seribu.
Lembaga meteorologi tersebut menekankan bahwa level peringatan ini menunjukkan nilai akumulasi harian paling tinggi dalam satu kota atau kabupaten.
"Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem," tulis BMKG dalam kolom keterangan unggahannya.
Baca Juga: Belasan Tiang Listrik Roboh di Mandalika, Bupati Lombok Tengah Kerahkan 5 OPD
Fenomena cuaca ini menuntut masyarakat untuk lebih mawas diri dan mempersiapkan segala perlengkapan mitigasi sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diharapkan aktif bergotong royong memberikan informasi terkini jika melihat adanya dampak bencana di lingkungan sekitar.
Berita Terkait
-
Petaka Fajar di Matraman, Atap Rumah Ambruk Imbas Tak Kuat Bendung Hujan
-
Waspada! BMKG Prediksi Jabodetabek Dikepung Hujan Petir Hingga Siang Nanti
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Curah Hujan Masih Tinggi, BMKG Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta hingga 22 Januari
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat: Ada Palestina, Filipina, hingga Saint Lucia
-
Anak Rentan Terpapar Bahaya Dunia Maya, Pemerintah Minta Orang Tua Jadi Pelindung
-
Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja
-
KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan
-
Kasus Silmy Karim Jadi Evaluasi, Menteri Imigrasi Akui Sistem Tak Cukup Tanpa Integritas
-
Jejak Uang Rp145,5 Miliar Kasus Imigrasi, KPK Temukan Aset Kripto Rp1,2 Miliar
-
Jadi Penasihat Prabowo, Said Iqbal Bicara Buruh Tetap Demo atau Tidak?
-
Masih Bingung? Ini Perbedaan Perpres PARD dan PP Tunas dalam Perlindungan Anak di Ranah Digital
-
Satgas Pangan Polri Cium Aroma Kartel di Balik Amblesnya Harga TBS Sawit