News / Metropolitan
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:57 WIB
Kepolisian membantu evakuasi siswa memakai perahu karet selama banjir di RT 01/RW 04 Komplek Pondok Karya, Pela Mampang Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-Polsek Mampang.
Baca 10 detik
  • Banjir setinggi 60 cm merendam Komplek Pondok Karya, Mampang Prapatan pada Kamis, menyebabkan lumpuhnya aktivitas warga dan pelajar.
  • Aparat gabungan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi belasan siswa SMPN 141 yang terjebak banjir saat hendak pulang.
  • Posko terpadu gabungan yang siaga sejak pagi terus memonitor ketinggian air yang pada siang hari masih mencapai 50 cm.

Suara.com - Pemandangan tak biasa mewarnai salah satu sudut kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis. Seragam putih-biru yang seharusnya melenggang di jalanan kering, terpaksa berganti dengan rompi pelampung di atas perahu karet.

Momen dramatis ini terjadi saat belasan siswa sekolah menengah pertama (SMP) harus dievakuasi oleh aparat kepolisian setelah terjebak banjir yang merendam akses jalan mereka.

Lokasi kejadian berada di RT 01/RW 04 Komplek Pondok Karya, Kelurahan Pela Mampang, sebuah area yang kembali menjadi langganan genangan air setelah hujan deras mengguyur ibu kota. Aktivitas warga, termasuk para pelajar yang hendak pulang sekolah, praktis lumpuh total.

Melihat kondisi tersebut, aparat dari posko terpadu sigap turun tangan. Perahu karet yang siaga langsung dioperasikan untuk menjadi 'angkutan sekolah' darurat, memastikan para siswa bisa pulang dengan selamat.

"Beberapa siswa sekolah yang terjebak banjir memanfaatkan perahu karet posko terpadu Polsek Mampang," kata Kapolsek Mampang Kompol Wahid Key di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (22/1/2026).

Menurut Kompol Wahid, ketinggian air di lokasi tersebut pada puncaknya sekitar pukul 10.00 WIB mencapai 60 sentimeter (cm).

Ketinggian air setara paha orang dewasa ini membuat jalanan mustahil untuk dilintasi, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua.

Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak memilih untuk tetap berada di dalam rumah.

Proses evakuasi para siswa pun menjadi prioritas utama. Dengan sabar, petugas membantu para pelajar naik ke atas perahu karet, menembus genangan air berwarna cokelat pekat.

Baca Juga: Pengendara Mobil Tewas di Mobil Saat Terjebak Macet Banjir Jelambar, Polisi: Diduga Sakit

Raut wajah tegang para siswa perlahan berganti dengan kelegaan saat perahu bergerak menuju titik yang lebih aman.

"Belasan siswa diangkut bergantian. Kebanyakan siswa SMPN 141 yang kebetulan tinggal di wilayah sekitar Pondok Karya," ucapnya.

Operasi kemanusiaan ini merupakan buah dari sinergi antarlembaga. Posko terpadu yang didirikan di lokasi bencana dijaga oleh personel gabungan dari Polsek Mampang, aparatur Kelurahan Pela Mampang, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan, hingga Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA). Kesiapsiagaan diperkuat dengan perahu karet dari tim SAR Samapta Polda Metro Jaya.

Hingga sore hari, pihak kepolisian bersama unsur lainnya dilaporkan masih bersiaga penuh di posko terpadu.

Mereka tidak hanya membantu evakuasi, tetapi juga memonitor kondisi air dan siap memberikan bantuan kepada warga lain yang membutuhkan, termasuk para pekerja yang hendak pulang ke rumah mereka.

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pada pukul 12.00 WIB, ketinggian air di Jalan Pondok Raya Komplek RT 01/RW 04, Pela Mampang, tercatat masih berada di angka 50 cm, menunjukkan bahwa banjir belum sepenuhnya surut.

Load More