- Banjir setinggi 60 cm merendam Komplek Pondok Karya, Mampang Prapatan pada Kamis, menyebabkan lumpuhnya aktivitas warga dan pelajar.
- Aparat gabungan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi belasan siswa SMPN 141 yang terjebak banjir saat hendak pulang.
- Posko terpadu gabungan yang siaga sejak pagi terus memonitor ketinggian air yang pada siang hari masih mencapai 50 cm.
Suara.com - Pemandangan tak biasa mewarnai salah satu sudut kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis. Seragam putih-biru yang seharusnya melenggang di jalanan kering, terpaksa berganti dengan rompi pelampung di atas perahu karet.
Momen dramatis ini terjadi saat belasan siswa sekolah menengah pertama (SMP) harus dievakuasi oleh aparat kepolisian setelah terjebak banjir yang merendam akses jalan mereka.
Lokasi kejadian berada di RT 01/RW 04 Komplek Pondok Karya, Kelurahan Pela Mampang, sebuah area yang kembali menjadi langganan genangan air setelah hujan deras mengguyur ibu kota. Aktivitas warga, termasuk para pelajar yang hendak pulang sekolah, praktis lumpuh total.
Melihat kondisi tersebut, aparat dari posko terpadu sigap turun tangan. Perahu karet yang siaga langsung dioperasikan untuk menjadi 'angkutan sekolah' darurat, memastikan para siswa bisa pulang dengan selamat.
"Beberapa siswa sekolah yang terjebak banjir memanfaatkan perahu karet posko terpadu Polsek Mampang," kata Kapolsek Mampang Kompol Wahid Key di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (22/1/2026).
Menurut Kompol Wahid, ketinggian air di lokasi tersebut pada puncaknya sekitar pukul 10.00 WIB mencapai 60 sentimeter (cm).
Ketinggian air setara paha orang dewasa ini membuat jalanan mustahil untuk dilintasi, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua.
Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak memilih untuk tetap berada di dalam rumah.
Proses evakuasi para siswa pun menjadi prioritas utama. Dengan sabar, petugas membantu para pelajar naik ke atas perahu karet, menembus genangan air berwarna cokelat pekat.
Baca Juga: Pengendara Mobil Tewas di Mobil Saat Terjebak Macet Banjir Jelambar, Polisi: Diduga Sakit
Raut wajah tegang para siswa perlahan berganti dengan kelegaan saat perahu bergerak menuju titik yang lebih aman.
"Belasan siswa diangkut bergantian. Kebanyakan siswa SMPN 141 yang kebetulan tinggal di wilayah sekitar Pondok Karya," ucapnya.
Operasi kemanusiaan ini merupakan buah dari sinergi antarlembaga. Posko terpadu yang didirikan di lokasi bencana dijaga oleh personel gabungan dari Polsek Mampang, aparatur Kelurahan Pela Mampang, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan, hingga Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA). Kesiapsiagaan diperkuat dengan perahu karet dari tim SAR Samapta Polda Metro Jaya.
Hingga sore hari, pihak kepolisian bersama unsur lainnya dilaporkan masih bersiaga penuh di posko terpadu.
Mereka tidak hanya membantu evakuasi, tetapi juga memonitor kondisi air dan siap memberikan bantuan kepada warga lain yang membutuhkan, termasuk para pekerja yang hendak pulang ke rumah mereka.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pada pukul 12.00 WIB, ketinggian air di Jalan Pondok Raya Komplek RT 01/RW 04, Pela Mampang, tercatat masih berada di angka 50 cm, menunjukkan bahwa banjir belum sepenuhnya surut.
Berita Terkait
-
Pengendara Mobil Tewas di Mobil Saat Terjebak Macet Banjir Jelambar, Polisi: Diduga Sakit
-
Jakarta Dikepung Banjir, Anggota DPR Curhat Mati Listrik: Pak Bahlil, Tolong PLN-nya!
-
Tragedi Macet Horor Banjir Jelambar, Pengemudi Mobil Tewas di Dalam Kendaraan
-
Transjakarta Pangkas Sejumlah Rute Imbas Banjir, Cek Daftar Jalur Terdampak
-
Jalan DI Panjaitan Cawang Masih Banjir, Macet Mengular Akibat Penyempitan Jalur
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan
-
Duduk Perkara Kasus Bibi Kelinci: dari Nabilah O'Brien jadi Tersangka Hingga Berakhir Damai
-
Sempat Live Bareng Bigmo Saat Penetapan Tersangka, Ini Kata Wali Kota Solo
-
Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental
-
Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang
-
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
-
Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Kasus Korupsi Ekspor POME, Siapa Saja?